Anggap Saja Kucing Liar

Anggap Saja Kucing Liar

  • WpView
    Odsłon 5,645
  • WpVote
    Głosy 573
  • WpPart
    Części 81
WpMetadataReadZakończone pon., maj 10, 2021
Ini hanyalah aku yang suaranya mungkin terdengar tapi tak ada artinya. Layaknya mereka, kucing liar berserakan di jalan raya, di halaman rumah, di tempat makan yang seringkali kamu usir begitu saja. Masih untung ada yang berbaik hati memberi whiskas, sepotong tulang ikan bekas pun tak apa. Ini hanyalah aku yang bergerak begitu bebas tapi tak pernah mereka menyadarinya, seperti mereka, kucing liar yang berdansa dalam teriknya hari. Memberikan cakarnya, menyambut makan, yang seringkali kamu tendang begitu saja. Masih untung tempat tinggal nyaman untuknya, tinggal di teras pun tak apa. Ini hanyalah pembukaan yang biasa dari kisah yang biasa, dari perasaan yang biasa, dengan raungan yang biasa. Dibacakan oleh para kucing liar. Kumpulan puisi ini adalah sebuah perjalanan kehidupan. Puisi-puisiku yang pernah beredar, entah itu di instagram, blogspot, facebook. Puisiku yang ingin sekali berteriak. Mengumpulkannya di sini adalah cara para kucing liar bersatu, mencakar kehidupan yang kadang kocak, kadang bahagia, kadangpula nestapa. Anggap saja, puisiku, adalah suara mereka. Suara kucing liar. Salam, Achmad Aditya Avery #454 Puisi (Selasa, 12 September 2017) #337 Puisi (Rabu, 13 September 2017) #203 Puisi (Kamis, 14 September 2017) #116 Puisi (Jumat, 15 September 2017) #1 dalam kumpulanpuisi (Rabu, 22 Agustus 2018)
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#263
kenangan
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)
  • Sampai Sini [End]
  • True Love??!
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Aksara Tak Bertuan
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • Pro

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści