Story cover for keep me by your side by LidiaYuLiandari
keep me by your side
  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 22
  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 22
Complete, First published Jul 09, 2017
Ditengah usahanya untuk berusaha move on karena baru merasakan kegagalan cinta, Deaniva malah jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri , tetapi karena selalu berfikir karena perasaannya  persahabatan mereka akan hancur,ia terus berusaha mencintainya dalam diam.
    
  " memang benar sekarang rasanya gue suka sama evan  , gak tau mulai kapan ,ini tiba-tiba saja terjadi tanpa sebab,sejak kejadian ega saat itu gue rasa hati gue perlahan telah berpindah kepadanya , tapi baru beberapa saat ini gue sadar,gue gak berani cerita ke lo ataupun ke yang lain karena gue takut kehilangan kalian semua,gue takut di jauhi karena rasa yang bodoh ini,gue gak berani mengungkapkan ini semua kepada kalian, gue gak tau apa jadinya kalau evan mengetahui ini,gue gak sanggup menahan malu,dia pasti akan merasa sebagai tempat pelampiasan semata"
   
  Namun semuanya berubah ketika seorang bernama Arya mulai memasuki kehidupannya.
All Rights Reserved
Sign up to add keep me by your side to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Taken Slowly cover
I LOVE YOU, KAK! [SEGERA TERBIT] cover
It HURTS cover
P & P [REVISI] cover
Last Meet cover
Disaster In Feelings cover
Sincere cover
Ego Cinta cover
Verronica (COMPLETED)  cover

Taken Slowly

35 parts Complete

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.