Be On You

Be On You

  • WpView
    Reads 617
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 20, 2018
Ia menghembuskan napas pelan sambil menatap keluar jendela supermarket. Ini sudah bulan Desember dan hujan sudah turun lagi. Ia masih berdiri di sana dan menatap air hujan yang menari-nari di atas jalan beraspal. "Semuanya 85 ribu, Mas." Ia menoleh kembali saat mendengar suara pegawai kasir di depannya. Sesaat kemudian barang belanjannya ia ambil setelah membayar semuanya. Tepat pada saat itulah ia melihat orang itu. Orang itu baru memasuki supermarket dengan langkah terburu-buru. Jaket hitamnya sedikit basah karena rintik hujan yang jatuh. Ia terus memerhatikannya hingga orang itu sadar sendiri bahwa dia sedang diperhatikan. Mata mereka bertemu dan waktu serasa berhenti. Ia merindukan orang itu. Sangat merindukannya.
All Rights Reserved
#409
setia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • -AFTER RAIN-
  • Bawa Aku Pulang
  • ABLUVION {COMPLETED}
  • [1] Past Secret [✔]
  • Breathe
  • BEAUTY AND THE BEAR
  • ALEYA~~
  • Paradise
  • Become an Extra or Main Character [END]

{(COMPLETED}) Pasti di antara kalian ada yang suka hujan. Yah pasti banyak. Hujan itu indah. Ketika menikmati secangkir teh di depan teras rumah sambil memandangi hujan yang turun ke tanah lalu setelah jatuh entah hilang ke mana. Mendengarkan rintik rintik dan suara air yang mengalir melalui pipa pipa saluran air di setiap rumah rumah. Mencium bau tanah yang khas setelah tertimpa hujan. Berada di tengah derasnya hujan, menari nari sesuka hati, meluapkan semua ungkapan yang ada. Hujan itu memang menyenangkan. Tapi tidak bagi Lian. Tidak semenjak 3 tahun yang lalu. Semenjak kejadian itu terjadi dengan cepat dan tanpa di duga. Semenjak Bara pergi dari kehidupannya dalam sekejap mata. semenjak Bara pergi 3 tahun yang lalu entah kemana, di saat yang sama pula Lian benci dengan hujan. Lian yang sejak dulu penampilannya feminim, tiba-tiba menjadi tomboy semenjak Bara meninggalkanya 3 tahun lalu. Semenjak itu semua penampilan yang ada di diri Lian berubah drastis termasuk sifatnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines