Bias Jingga - Kumpulan One Shot

Bias Jingga - Kumpulan One Shot

  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 17, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Tadinya aku berfikir kamulah takdirku ^seperti lirik lagu dan kini aku sadari cerita kita tidak semudah menganlunkan sebuah lagu yang kita dengar kemudian kita ulangi sendiri. Kisah kita berbeda tak hanya nada tapi juga lirik. Tapi Sudahlah biarkan seperti ini, biarkan apa adanya meski terdengar sumbang di telinga lain tapi merdu mendayu di telinga sendiri.
All Rights Reserved
#206
pisah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASING KARNA TAK LAGI BERSAMA
  • Destiny
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • Semesta
  • Dermaga Masa Lalu
  • crazy, you guys are crazy
  • Allysa's Story (End)
  • ETERNITY [✓]

Aku takkan menyalahkan takdir bila memang harus berpisah, Aku hanya membenci hari hari setelahnya. Berharap menemukan senyuman itu di ladang yang tandus, kering dan sunyi. Seperti itulah gambaran perasaan seorang ayah, Disaat hakim memutuskan untuk mensetujui perceraian. KARMA! Jika memang karma,aku baru saja memulai kisah. Bukankah tuhan membenci sebuah perceraian? Lalu apa ini sebuah takdir untukku? Optimisku masih positif, mungkin ini jalan yang terbaik untuk kata berpisah. Rasa optimisku menuntunku untuk bertemu pilihan tuhan, dengan hadirnya dia yang mampu mengubur masalaluku tapi tidak untuk menemani hari tuaku. Benci tanpa kata iklas, sudah merasuk dalam hati. Mengambil alih susunan memori kenangan agar tak terlintas dalam benak. ~Seseorang tidak Terlahir untuk Jadi Pemimpin Namun Keadaan yang Memilihnya~ ~Ketika Cinta Menjadi Nyata,Dia akan Menemukan Jalannya Sendiri~

More details
WpActionLinkContent Guidelines