1997 - Menuju Paris

1997 - Menuju Paris

  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 10, 2017
Kisah tentang anak SMP kelas 2 yang bercita-cita muluk ingin menginjakkan kakinya di Paris, memandang ke langit Paris, dan berdiri mematung di depan lukisan The Last Supper - Leonardo da Vinci. Apa dayanya, di celengan kalengnya hanya ada sebelas ribu rupiah saja. Dia juga tinggal di kabupaten dikelilingi pegunungan, 9 jam dari ibukota dengan bis. Mungkinkah? Tapi sebelum 9 tahun ke depan itu terjadi...ada lautan hinaan, cacian, makian dan tawa sinis. Bukan karena apa-apa, tapi alasannya hanya karena kita memang manusia yang bersuka ria dalam jahatnya perkataan. Ini adalah kisah nyata yang menjengkelkan, dan akan tetap saja membuat geram untuk dikenang...tapi ada yang memilih untuk balas dendam lewat tulisan! Dan tentu saja telah didramatisasi habis-habisan, supaya yang bersangkutan tidak perlu lagi melotot dan meracau emosi! Menuju Paris...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PAPERFLAKES
  • My Duchess / End
  • LOVELY KARENINA (SUDAH TERBIT)
  • Another Soul Elana {End}
  • Pertemuan Singkat ( Xodiac) END ✔️
  • The Second Life [ END]
  • Al Fahri
  • ARISYI EL QATHYA
  • Lulu

Pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasih atas rasa syukur kepada Allah SWT, kepada orang tua yang mengajarkan banyak hal, pada teman-teman semua yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Ini adalah novel ke2 saya, semoga bisa mengisi waktu luang kalian dan bisa mengenal saya lebih dalam. Saya bukan penulis yang hebat, inti dari saya share apa yang saya tulis ini, bukan karena saya pandai menulis tapi lebih tepatnya saya ingin kalian tetap mengenang saya walaupun saya sudah tidak ada di dunia ini. Kita semua akan meninggalkan dunia ini, tapi saya ingin meninggalkan dunia dengan kesan begitu banyak kenangan. Saya sudah banyak melewati pelajaran hidup sampai di umur 24 ini, dan saya masih saja harus banyak belajar dengan berbagai hal. Tapi di dalam buku ini saya ingin menjadi yang berbeda, menjadi sebuah kisah yang saya kumpulkan dari saat saya menduduki bangku sekolah. Mungkin tidak sebagus dan sebaik novel lainnya, tapi saya berharap novel ini menjadi hiburan sepi dan penyemangat kalian disaat gelisah. Anggaplah ini sebagai kata pengantar, tapi saya ingin membuat ini menjadi lebih panjang. Terkadang hidup memang begitu sulit hingga saya pun menyadari bukan karena keberuntungan tapi kerja keras dan mental yang kuat. Di dalam hidup semua pasti memiliki proses panjang yang menghasilkan suka dan duka di setiap kejadian. Semua sifat akan menjadikan kalian belajar menjadi manusia yang lebih baik, dan kalian akan bersyukur tentang masalah yang lalu-lalu timbul yang membuat kalian harus bekerja extra merubah diri kearah yang lebih baik.

More details
WpActionLinkContent Guidelines