Die (Maafkan aku)

Die (Maafkan aku)

  • WpView
    LECTURAS 229
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ago 21, 2017
Die, mahasiswa Jurusan kedokteran tingkat akhir memiliki suara lembut, damai ketika mendengarkannya, laki-laki dengan kebiasaan suka menumbuhkan rambut halus pada wajah nya, telah menyimpan bakat yang selama ini tidak pernah ditunjukkan nya. menulis (bukanlah menulis disebuah buku yang biasanya kita kenal seperti diary melainkan menulis disecarik kertas lalu di terbangkannya dengan balon-balon gas), melukis (bukanlah melukis untuk dipamerkan ke orang-orang, tapi untuk disimpannya dan jikalau bertemu dengan wanita itu ia akan memberikan kepadanya) dan menari (juga bukanlah menari selayaknya ditonton orang banyak maupun mengikuti salah satu kompetisi, tetapi menari sendiri, di dalam ruang tidurnya, terbang melayang, memasuki sebuah khayal indah dan meninggalkan sebentar realita buruk yang selama ini di rasakannya). Die tidak masuk kedalam kategori laki-laki sempurna yang telah hadir dimuka bumi ini, tapi ia adalah seorang laki-laki yang Rapuh,tumbuh dalam keluarga yang dulunya dipenuhi cinta kini menjadi hancur berantakan , hingga membentuk ambisi kuat pada jalan pikirannya untuk mencaritahu apa definisi Cinta yang sesungguhnya. Mengagumi seorang wanita yang setiap hari ditemuinya diam diam di media sosialnya mematahkan separuh hatinya ketika realitanya wanita itu memiliki dunia yang jauh berbeda darinya, jauh, sangat jauh...
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Come Back to Me (Completed)
  • Juan [REVISI]
  • FRIENDzone (Completed)
  • Semu [Completed]
  • Mental Disease
  • The Blooming Lady [completed]
  • Double Z
  • AFKARA [END]
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]

Siang itu cerah. Tak ada setitik awanpun disana. Pandangannya teralih, dan jatuh pada seorang pria yang baru datang dari parkiran. Tinggi, dan putih. Tipe idealnya. Tak lama, wajah kaku itu berhias senyum sinis. Matanya mengikuti kemanapun pria itu pergi. Sudah lama Zania memperhatikan pria di bawah sana. Namanya Vian mahasiswa jurusan musik. Awalnya dia pikir pria itu masuk dalam tipe idealnya. Tapi tidak! Pria itu tengil, menyebalkan dan sering menggunakan bahasa antah berantah yang Zania sendiri tak tau apa maksudnya. Satu lagi, pria itu tak punya otak. Kelakuannya yang sembrono dan tak pernah serius benar-benar membuat gadis itu ilfell. "Woy! Disini lagi? Jangan-jangan lo cucunya setan penunggu jembatan ini!" Suara seorang pria mengusik telinganya. Membuat gadis itu mau tak mau harus menengok. Vian. Seperti tebakannya. Tak ada orang lain yang lebih nggak jelas dari pria di hadapannya sekarang. Bukan spacenya untuk meladeni pria macam ini. Gadis itu berbalik, lalu beranjak pergi. "Woy! Gue ngomong sama lo kali! Bukan sama balkon" teriak pria itu menghentikan langkah Zania "Mending lo ngomong sama balkon aja. Mungkin dia lebih paham bahasa planet lo" ucap gadis itu tanpa menoleh. Hanya sebentar, lalu segera kembali berjalan. Vian hanya tersenyum masam. Terus memperhatikan punggung gadis itu yang mulai menghilang. * * * Tanpa di duga, sebuah hari tiba. Memutar balikkan persepsi gadis itu tentang seorang Vian. Gadis itu jatuh cinta terlalu dalam. Sampai saat masa lalunya kembali datang. Mengacaukan kisah cintanya yang sekarang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido