Tanpa Nama (1/1)

Tanpa Nama (1/1)

  • WpView
    Reads 1,764
  • WpVote
    Votes 230
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 16, 2018
Tepat pada jam tujuh pagi ia akan datang, tak sekalipun telat atau datang lebih cepat seolah memang ditakdirkan Semesta agar kakinya menginjak halte pada waktu yang sama setiap harinya. Aku si gadis kaku tak menarik, sebulan belakangan ini terus memperhatikan kebiasaanya seperti datang dua puluh menit sebelum bus datang, menggunakan waktunya untuk menyapa orang sekitar. Dan, pada menit ke-lima belas ia akan mengambil tempat duduk di sebelahku. Aku ingin menyapa, aku ingin mengenal lebih dekat,aku ingin, ingin dan ingin tanpa pernah bisa mewujudkannya. ***
All Rights Reserved
#24
bus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Journey of Miss What (completed)
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • MANTANKU BOSKU [COMPLETED]
  • I'm not Antagonis (TAMAT dan SUDAH TERBIT)
  • 31 Inch of Empty Seat
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • FORBIDDEN ROSES [STEP BRO-SIS]
  • Little Thing Called Love ✔️
  • Love Story
  • I'm not Antagonist II : The Last Rute (TAMAT dan SUDAH TERBIT)

WHAT? Di umur 18 tahun, aku seorang master akuntansi lulusan universitas ternama Inggris. 2 tahun setelah itu, sekarang, aku seorang wanita karir dengan aktifitas yang serba teratur. Seperti, aku bangun dijam setengah 5 pagi dan jam 7 aku siap berangkat kerja. Kopi hitam pertama akan kunikmati di rumah dan sesampai di kantor, jam 9, aku akan mampir di mesin kopi untuk mengambil ekspresso penyemangat. Lalu aku akan mulai memeriksa semua berkas yang sudah ditumpuk asistenku di meja atau menghadiri rapat. Di jam 12, aku istirahat dan di jam 1 siang, aku sudah duduk kembali di belakang meja hingga jam 5. Atau 11 malam? Membuat 2 tahun masa kerjaku tak terasa, sama sekali. Oh. Aku bukan sarkatis. Tapi memang, begitulah aku menyukainya. ***Seorang gadis muda bernama Jadika, di usia yang masih muda dia sudah mapan dengan kehidupannya yang terkesan membosankan bagi orang lain. sampai akhirnya bertemu gilang, duda anak satu yang mengajarkannya bahwa, tidak semua hal bisa dilakukan sendirian.*** Dan satu kata yang paling disukainya adalah, What? its such a very simple love story with some extras. hope you enjoy it!

More details
WpActionLinkContent Guidelines