Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Hopeless Crush

Hopeless Crush

  • WpView
    Membaca 8
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jul 19, 2017
WpInfo
Fiksi
Romansa
December, 2015. Di salah satu gunung di NTT. Gunung Rinjani. 3726m. Sudah hari ke 5 tapi tidak ada satupun yang mengetahui keberadaannya, mungkin tidak ada seorang pun yang khawatir dengannya. Terutama sosok itu, sosok yang dua tahun lalu berada disini bersamanya. Sosok yang membuatnya merindu, sampai sampai gunung ini pun merindu kepada sosok itu. Sosok yang semakin lama semakin jauh dari jangkauannya, lebih jauh dari gunung rinjani ini. Sosok yang membuatnya lebih mencintai gunung, tetapi tidak sebanyak ia mencintai sosok ini. Sosok yang mengajarkanya apa arti dari kata Hopeless Crush. Sosok yang mencintai iblis, dan mengubah prespektif orang-orang mengenai iblis itu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#710
new
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • 5 Best Friends
  • PRELIMINER
  • IN HER SILENCE (End)
  • PERMEN KAPAS (EDISI REVISI)
  • crazy, you guys are crazy
  • SOUL.MATE = Don't Wanna Be Just Friend
  • Ruang Kosong
  • Let's Get Married Inggit Kaluna!
  • 2 J & RENJUN ✔

Seratus Meter dari Hatimu Dulu, kupikir jarak paling rumit adalah antara dua kota. Antara kampung halaman dan ibu kota. Antara kenyamanan yang kutinggalkan dan dunia baru yang sedang kucoba taklukkan. Tapi ternyata, jarak yang paling sulit bukan soal kilometer atau waktu tempuh. Jarak paling rumit adalah seratus meter dari hatimu-tempat aku berdiri, tapi tak pernah benar-benar kau sadari. Segalanya berawal biasa saja: kos baru, teman sekamar yang bawel tapi hangat, lingkaran pertemanan yang mengisi hariku dengan tawa, tugas, kopi sachet, dan obrolan tengah malam. Aku merasa cukup. Nyaman. Aman. Hingga seseorang hadir dengan caranya yang tak terduga. Terkadang ceplas-ceplos, kadang diam dan terlihat jauh. Dia bukan tokoh utama di hidupku, bukan pula pangeran dalam kisah dongeng. Tapi entah kenapa, perhatian kecilnya terasa seperti rumah dalam keriuhan kota. Sayangnya, tak semua rasa harus tumbuh. Dan tak semua perhatian berarti istimewa. Ini kisahku, Caca. Seorang mahasiswi yang mencoba bertahan di antara tumpukan tugas, tawa tongkrongan, dan teka-teki bernama Arvin. Ini tentang dua circle pertemanan, dua sisi dunia, dan satu rasa yang pelan-pelan ingin ku bungkam. Karena terkadang, menyukai seseorang tak harus dimiliki. Cukup dilihat dari kejauhan-seratus meter, atau bahkan lebih.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan