We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Friendzone

Friendzone

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 11, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Lo seperti bintang yang cuma bisa dilihat dinikmati keindahannya tapi sampai kapan pun nggak bisa diraih. Walaupun lo deket banget sama gue, tapi sampai kapan pun gue nggak bakal bisa raih lo. -Farah Febriana Fadilah
All Rights Reserved
#230
fahri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • (Bukan) Aku
  • The Martial Art of love
  • ✿Ⓘ ⓗⓐⓥⓔ ⓐ ⓒⓡⓤⓢⓗ ⓞⓝ ⓨⓞⓤ✿[END]
  • ONDAH FAMILY - ONE SHOOT [REPUBLISH]
  • you change my world(COMPLETED)
  • Holla, Hiper! (Complete)
  • LOVE F² [ Selesai✓ ]
  • The Freaky Friend's
  • Welcome Heart (SELESAI)

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines