Diary
  • WpView
    LETTURE 191
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso7m
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, mag 11, 2025
Dahulu kala hidup hanyalah seperti ini saja ; lahir, jadilah bayi, anak kecil, masih kecil, remaja(yang masih kuanggap anak kecil), cukup dewasa, akhirnya dewasa, lebih dewasa, dan akhirnya mati. Sebuah siklus yang tidak lagi asing di telinga. Namun adakalanya siklus itu terhenti di tengah jalan, bahkan berhenti di awal perjalanan. Berhenti, terpaksa kalah akan takdir semesta, ringkuk terhadap catatan tuhan. Ya itu tidak papa. Pada akhirnya kita hanyalah semut kecil dihadapannya. Hidup berarti pilihan (pilihan apapun itu. Tapi kalau saya akan memilih pilihan yang bagus-bagus). Tapi apakah menurut kalian sebuah kelahiran adalah suatu pilihan? Pilihan yang mendasarimu menjadi seperti sekarang. Apakah kelahiranmu adalah keinginan orang tuamu? Tapi apakah kelahiranmu itu adalah suatu yang murni keinginanmu? Saat itu tentu saja kau tidak dapat memilih ingin menjadi seperti apa saat kau lahir, Toh pada saat itu kau hanyalah benih hina ayahmu yang berenang-renang disebuah saluran yang bahkan kau tau adalah saluran yang juga berfungsi sebagai pengeluaran kotoran.
Tutti i diritti riservati
#490
humans
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • This Breath Isn't Mine Anymore
  • The Paradox: Darkest Night
  • Surat Tak Bernama
  • Woman Who Called Mother
  • Antara Dua Dunia: Kisah Cinta Kita
  • Unforgettable Love
  • Mawar Terakhir | (COMPLETED)
  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • DUNIA EKSPERIMEN

"Nama aku bukan Zaki... tapi semua orang di sini terus memanggilku begitu." "Zaki! Fokus, pasien ini bisa mati!" "Aku bukan dokter... aku cuma... perawat..." "Kalau begitu, jadilah dia. Karena kalau tidak, kita semua akan kehilangan lebih banyak nyawa malam ini." --- Dika baru saja menyelesaikan shift panjang di rumah sakit. Matanya lelah, tubuhnya remuk, tapi hatinya tenang. Ia mencintai pekerjaannya sebagai perawat. Hidupnya sederhana: kerja, pulang, istirahat. Tak ada drama. Tak ada kejutan. Sampai sebuah truk menghantam mobilnya di tengah hujan deras. Saat ia membuka mata lagi... dia bukan Dika. Semua orang memanggilnya Zaki. Dr. Zaki. Bukan di rumah sakit tempat ia bekerja, tapi di sebuah rumah sakit lapangan, dalam dunia kacau penuh suara letusan, luka tembak, dan pasien berdarah. Tak ada waktu untuk panik-karena semua orang bergantung padanya. Dika harus berpura-pura menjadi Zaki, dokter yang tampaknya dihormati sekaligus dituntut banyak. Dalam tubuh yang bukan miliknya, ia harus menjahit luka, menolong persalinan, merancang evakuasi-semua di tengah medan perang yang ia tak tahu dari mana asalnya. "Aku bukan Zaki. Tapi... jika aku menyerah, semua ini akan sia-sia." Setiap keputusan bisa menyelamatkan nyawa, atau menghancurkan semuanya. Dika harus menemukan cara untuk bertahan-bukan hanya dari ancaman luar, tapi juga dari dirinya sendiri. Apakah ini hanya mimpi buruk? Hukuman? Atau... kesempatan kedua?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti