Bad Boy and His Cat

Bad Boy and His Cat

  • WpView
    Reads 199,586
  • WpVote
    Votes 34,474
  • WpPart
    Parts 200
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 19, 2019
Kagetora Arashi adalah pemuda yang menguasai berbagai keahlian, tetapi keahlian itu dia salahgunakan untuk tindak kejahatan. Sifatnya yang berandal, kejam, licik, dan mesum, membuat tak seorang pun yang berani menentangnya. Neko adalah kucing calico jantan mungil yang penuh keajaiban. Tikus, cicak, maupun kecoa tumbang hanya dengan tatapannya. Hampir segala hal yang mustahil dilakukan kucing, dapat dia lakukan. Ketika keduanya bertemu, berbagai kisah unik nan ajaib pun terjadi di sekitar mereka berdua. Ilustration Cover by tnc030
All Rights Reserved
#4
wattpadpick
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • My Not So Perfect Crush
  • Not A Purr-fect Love Story
  • 𝗦𝗲𝗲 𝗬𝗼𝘂 𝗔𝗴𝗮𝗶𝗻 |𝖳𝗈𝗄𝗒𝗈 𝖱𝖾𝗏𝖾𝗋𝖾𝗇𝗀𝖾𝗋𝗌| 𝘾𝙤𝙢𝙥𝙡𝙚𝙩𝙚𝙙
  • JADI KUCINGNYA CRUSH! [END]
  • BadBoy X BadGirl
  • [END] Semua orang besar adalah kucingku [memakai buku]
  • [End]Little shinichiro۝̸̷๋̨̨̨̨̛́᭮Tokrev x reader
  • My Cute Cat (G!P) - JENLISA✔️
  • It's Hard To Be A Bad Cat ✅
  • {WN} Other World's Monster Breeder [Sub Indo] (END)
  • Ketos Badboy || Na Jaemin [END]
  • I Can Treat You Better[Sukufushi✓]
  • SAGAMA √
  • GAFALION (On Going)
  • change to cat [TAMAT]
  • Sakura No Otaku
  • ☆  🅁🄴🄰🄳🄴🅁 🅃🄷🄴 🄿🄰🄽🄲🄰🅂🄸🄻🄰🅃 🄴🅇🄿🄴🄲🅃 ☆

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines