PAIN

PAIN

  • WpView
    Reads 1,566
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 2, 2017
Dulu aku selalu mengharapkanmu, Dulu kau lah alasanku untuk semuanya. Namun kini kau telah pergi,bagaimana hidupku tanpa kau(?) Start:20/9/2017 Finish:-
All Rights Reserved
#52
muserid
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PETRICHOR [Lengkap]
  • Almost Mine - 3 Alasan Aku Menolakmu!
  • Arsyilazka
  • Memories: Rain(a)
  • Maaf' (Revisi)
  • Terlambat [COMPLETED]
  • AFTER RAIN : 10 YEARS LATER [☑]
  • 𝐅𝐑𝐈�𝐄𝐍𝐃𝐙𝐎𝐍𝐄 𝟐 [𝐄𝐍𝐃]

Di bumi manusia itu aneh. Menginginkan hujan, tapi takut kehujanan. Menyukai panas, tapi tidak mau kepanasan. Seperti halnya Rain yang membenci hujan. Karena hujan adalah kebencian dan petir adalah ketakutan. Bukan berarti ia juga menyukai panas. Ia tidak menyukai kedua musim itu di bumi. Jadi, apa yang ia suka? Jawabnya mendung. Di bumi mendung tercipta karena adanya awan. Nama yang sama seperti sahabatnya. Apa itu artinya Rain juga menyukainya? Tidak! Maksudnya tidak sekedar menyukai, Rain sudah mencintai. Kalau Awan juga menyukai hujan, apa itu artinya Awan menyukai Rain? === "Bagaimana hubungan kita ke depan?" "Jalani saja dulu, semua butuh proses kan?" "Kalau kita sama-sama bosan?" "Wajar, nanti juga bosannya hilang." === "Harus menunggu sampai kapan biar kamu suka sama aku?" "Sampai kapanpun kita itu teman." "Nggak bisa lebih?" "Bisa. Kita sahabat." "Bukan itu maksudku. Kalau memang kamu enggak pernah ada rasa kenapa enggan berterus terang? Kenapa membiarkanku larut dalam harapan?" "Karena berharap membuatmu senang bukan?" ==== 25/05/19 01.00am

More details
WpActionLinkContent Guidelines