Our destiny

Our destiny

  • WpView
    LECTURAS 78
  • WpVote
    Votos 29
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 20, 2017
-- jika ini sebuah mimpi maka aku tak inggin bangun dari tidurku, dan jika ini kenyataan maka aku tak inggin semua ini pergi dari hidupku (jasmin) -- jika dalam hidupku tidak ada kata baik maka aku inggin kau yang menjadikan hidup ku penuh dengan kebaikan ( Reyhan raditiya ) -- jika ini takdir, kenapa harus aku yang memiliki takdir ini, dan jika ini sebuah mimpi, kenapa mimpi ini yang jatuh dalam kehidupan ku (jesika) -- maafkan aku bila kau terluka, maafkan aku billa kau tersakiti, aku hanya inggin kau yang terahir dalam hidup ku, hingga aku membawamu dalam kehidupanku yang sangat menyedihkan, bila aku bisa, maka aku memilih untuk membuang perasaan ini, dari pada aku harus meniggalkan semua ini dengan air mata yang terjatuh (dika)
Todos los derechos reservados
#182
jatuh
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Memories in Moon
  • Bitch Daughter (Putri Kupu-kupu Malam) SELESAI✓
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • KALA
  • the other side
  • (1) cinta pertama & Terakhir (SEASON2)
  • You are in my past and my future [END]
  • DIKANESHA
  • BITCH
  • BarraKilla

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido