Story cover for MOIRAI by nevriana
MOIRAI
  • WpView
    MGA BUMASA 68
  • WpVote
    Mga Boto 31
  • WpPart
    Mga Parte 6
  • WpView
    MGA BUMASA 68
  • WpVote
    Mga Boto 31
  • WpPart
    Mga Parte 6
Ongoing, Unang na-publish Jul 11, 2017
"heii kau tau.. katanya tempat ini jika terjadi bulan purnama akan menjadi menyeramkan dan akan terjadi hal-hal mistis. Jika kita melanggar peraturan maka kita akan menjadi pengantin hantu" 
  
  
  "peraturannya adalah..... keluar villa ketika bulan purnama dan angin datang"
  
  
   "apa?? Tidak aku tidak mau,,lepaskan lepaskan tanganku !! aku tidak mau melihatmu, menjauh dariku"  
  
  
  "dengar, kau tidak akan pernah bisa pergi dariku, kemanapun kau pergi aku akan ada disismu !! kau tau kenapa? Karena kau adalah PENGANTINKU"
  
  
  ** cerita ini hanyalah fiktif belaka, terinspirasi dari cerita drama chicago typewriter dan hey ghost, Let's fight. "
All Rights Reserved
Sign up to add MOIRAI to your library and receive updates
o
#220romantice
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
Memories in Moon cover
PERFECT IN MY EYES cover
DASAR, LAUT!! [ON GOING] cover
[COMPLETE] TO LOVE YOU MORE cover
DREAM cover
[END] The Untold Story About Prince Erick #Re-Tale Project cover
Psikopat Digital? [End] cover
Dark+ Light cover
"COMA" (Myungyeol FANFICION) END√ cover
Aku Bukan Simpanan (Lengkap)  cover

Memories in Moon

13 parte Kumpleto

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?