The Boy Next Door

The Boy Next Door

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 18, 2017
Teruntuk: anak laki-laki pemilik rumah blok A2 no. 47 Dari: tetanggamu, blok A2 no. 48 10 hal yang gue jabarin ini, tolong dikondisikan ya. Dibaca baik-baik, semoga lo bisa baca. - Pernah punya tetangga nyebelin? Yang ngebuat lo susah tidur, dimarahin orang tua lo, dan suka ngetawain lo kalo lagi nyanyi di kamar mandi. Kalo nggak, selamat lo beruntung. Tapi, nggak bagi Rara. Rara nggak beruntung. Dia dapet tetangga-yang entah siapa namanya itu- nyebelin abis. Saking geramnya Rara, gadis itu nekat ngirim surat ke tetangganya itu. Rara kira, tetangganya itu akan merasa bersalah, dan segera berhenti melakukan hal-hal yang Rara kesali. Namun, siapa sangka tetangganya itu malah semakin gencar untuk menganggu kehidupan Rara? - Teenfiction, Copyrighted© 2017 by Elsya Zefanya.
All Rights Reserved
#37
tf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • CLOSER
  • ALRIN
  • THE CLIMB [Completed]
  • Our Times (Completed)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • ALEXON [END]

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines