Wanna Be With You

Wanna Be With You

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 9, 2017
Jika pertemuan adalah awal dari kita dan membuat kita mengisi sela setiap jumpa dengan sapa. Lantas kenapa pilihan kita menjadi batu lompatan yang mengakhiri segalanya tanpa tercipta perpisahan? Tanpa sengaja kumulai bersimpati padanya, kapan pastinya aku pun tak sadar bahkan aku tak tahu jika mungkin aku punya rasa padanya. Perasaan apa yang bersarang dibatinku? - kiana - Wahai Rasa yang ada dihatiku jika kau ingin bertinggal kuharap kau hadir tanpa duri hingga saat kau bersemi hanya keindahan yang kunikmati. Tapi jika kau mulai berduri maka ijinkan aku mencabutnya hingga tak ada yang tersisa, agar hatiku tak lagi terlukai oleh duri yang baru. -Edwan-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Stupid Love [END]
  • Apakah Kita Bisa Bersama
  • KARINALTHA
  • EPIPHANY
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA
  • Harapan Dandelion yang Rapuh
  • A Memory to Remember
  • Bara & Tara

Dia tidak pernah membayangkan akan terjebak di persimpangan seperti ini-terombang-ambing antara dua hati yang begitu berarti dalam hidupnya. Di satu sisi, ada sahabatnya, seorang yang telah bersamanya sejak kecil. Seseorang yang begitu mengenalnya, yang tahu segala kelemahan dan kekuatannya, mereka seperti dua jiwa yang tak terpisahkan. Namun, di sisi lainnya, ada dia-pria yang diam-diam telah mencuri hatinya. Tanpa sadar, dia telah menjadi pusat dari setiap angan dan lamunan yang selama ini ia pendam dalam diam. Seharusnya, persahabatan dan cinta tak perlu menjadi pilihan. Seharusnya, ia bisa memiliki keduanya tanpa harus mengorbankan salah satunya. Namun kenyataan tidak sesederhana itu. Kini, ia dihadapkan pada fakta pahit bahwa sahabatnya, orang yang selalu ada untuknya, juga menyimpan rasa yang sama-cinta yang tumbuh tanpa mereka sadari, dan kini mengguncang keduanya. Hatinya berperang dalam sunyi. Haruskah ia mengalah, mengubur cintanya dalam-dalam demi menjaga persahabatan yang telah bertahun-tahun terjalin? Atau, apakah ini saatnya ia memilih untuk menjadi egois, memperjuangkan cinta yang kini memanggil namanya, meski resikonya adalah kehilangan seseorang yang selalu ada di setiap langkahnya? Ini adalah kisah tentang pilihan yang berat, tentang kehilangan yang tak terhindarkan, dan tentang keberanian untuk menghadapi perasaan yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Siapa yang akan ia pilih? Dan apakah ada pilihan yang tidak akan meninggalkan luka bagi mereka semua? "Between love and friendship, there's pain, hope, and unspoken feelings" ~ Everything Between Us ~

More details
WpActionLinkContent Guidelines