Story cover for Self Decision by kensalafanto
Self Decision
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jul 12, 2017
Mature
Megan, mengidolakan Edward Cullen beserta keluarganya.
Tinggal di pinggir hutan bersama keluarganya, Mr. Phill Swazi, Mrs. Rosse Swazi dan adiknya Richard Swazi
Tempat tinggalnya membuat gadis itu berharap ia tersesat dihutan dan menemukan rumah kaca yang ditinggali oleh keluarga Vampire
Imajinasi nya selalu berkata "Mungkin saja diantara vampire itu tampan, dan dia jatuh cinta padaku"

Rosse Swazi, "Hentikan mimpi gila mu, megan"
"Biarkan saja, lagi pula dia tidak akan bertemu si vampire tampan itu, darling" Jawab Ayah Megan dengan nada meledek"

Apakah mimpi Megan terlalu gila?
Public Domain
Table of contents
Sign up to add Self Decision to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Surat yang Tak Pernah Dikirim [Slow Up] by Z_Elune
11 parts Complete
Zeeano Nerevas Virellion tidak pernah benar-benar dianggap ada bahkan di keluarganya sendiri. Ia adalah anak kandung kelima dari keluarga Virellion yang terpandang, namun sejak kemunculan seorang anak angkat yang lebih tua, posisinya digeser, dilupakan, dan disembunyikan. Dalam segala dokumentasi keluarga, hanya ada lima anak dan Zee bukan salah satunya. Sejak usia lima tahun, Zee menyimpan mimpi yang sama setiap malam: seorang wanita paruh baya dengan suara lembut membisikkan pesan, "Kau akan disayangi lebih dari apa pun, tetapi tunggulah. Suatu hari, seseorang akan mengirimmu surat. Dan orang itulah yang pertama kali mengingatmu." Sejak saat itu, Zee mulai menulis surat demi surat, semuanya tak pernah ia kirim. Ia menunggu balasan yang tidak kunjung datang, menatap laut yang selalu ia percayai lebih mampu mencintai dibanding rumahnya sendiri. Di sekolah elite St. Merithune Academia, tempat anak-anak berdarah bangsawan dan politikus belajar menyembunyikan luka di balik senyuman, Zee bertemu Lyraenne Evarielle Caerinth seseorang yang melihat dirinya sebagai manusia, bukan bayangan. Bersama Lyra, perlahan ingatan masa kecilnya yang kabur mulai tersingkap. Tentang surat pertama yang pernah ia terima. Tentang siapa sebenarnya yang menghilang, dan siapa yang menyembunyikan kebenaran darinya. Namun tak semua kebenaran membawa kelegaan. Karena surat itu memang pernah dikirim hanya saja... tidak pernah sampai padanya. Selamat Membaca!
I'm Into You, Lily ✓ by Unch_Kiyowo
65 parts Complete Mature
Folder 1. Aku Padamu kak Erza Folder 2. Aku Padamu Lily Kalau aku disuruh menggambarkan sosok Erza Regawangsa, aku akan jawab, tahu perosotan waterboom? Nah, itu hidungnya. Tahu semut rang-rang? Nah itu alisnya. Tahu triplek? Itu mukanya. Tahu beruang kutub? Mereka teman akrab, sama-sama dingin. Tahu pangeran berkuda putih? Ini, nih yang aku males bilang, mereka emang beneran mirip gantengnya. Kalau kalian pikir aku bakalan klepek-klepek hanya dengan sekali kibasan rambutnya, atau langsung meleleh cuma melihat mata jelaganya yang tajam, kalian salah besar. Aku bukan bagian dari sekumpulan cewek-cewek pengagum sosok Erza. Aku sebagian kecil, atau cuma aku satu-satunya cewek di SMA Saga yang memendan dendam kesumat sampai ke ubun-ubun. Kalian pengin tahu kenapa sebegitu bencinya aku sama dia? Mendekat sini, aku bisikin alasannya. Sahabatku, Vina saja tahu semua. Aku gak akan biarin kalian terserang demam tinggi hanya gara-gara memendam penasaran akut. "Pada suatu hari yang cerah, cerita ini dimulai ketika ...." "Lily!" Bahaya! Aku harus segera melarikan diri. Maaf, mungkin belum saatnya aku memberitahukannya sekarang. Ini masalah kelangsungan hidup dan matiku, tergolong sangat darurat dan sedang aku pertaruhkan. Aku janji akan menceritakannya sampai benar-benar tamat jika kalian mengikuti perjalanan paling mengenaskan selama aku jadi peserta didik baru di SMA ini. Bye-bye! "Lily berhenti sekarang juga! Di saat kaki-kakiku berlari menelusuri koridor, kepala dengan komando sendirinya memutar ke belakang hanya untuk memastikan entitas si muka triplek dan wajahnya semerah pantat babon. Lampu merah! Peringatan keras! Dia benar-benar sangat marah.
You may also like
Slide 1 of 8
Surat yang Tak Pernah Dikirim [Slow Up] cover
Twilight I: Threads of Imprint (COMPLETE) cover
I'm Into You, Lily ✓ cover
MY BABY GIRL  cover
Titik Koma; Sketsa (TERBIT - STORA) cover
✓𝐃É𝐉À 𝐕𝐔 - EDWARD CULLEN cover
Twilight II: Beyond The Imprint? cover
CLARISSA(Proses Revisi) cover

Surat yang Tak Pernah Dikirim [Slow Up]

11 parts Complete

Zeeano Nerevas Virellion tidak pernah benar-benar dianggap ada bahkan di keluarganya sendiri. Ia adalah anak kandung kelima dari keluarga Virellion yang terpandang, namun sejak kemunculan seorang anak angkat yang lebih tua, posisinya digeser, dilupakan, dan disembunyikan. Dalam segala dokumentasi keluarga, hanya ada lima anak dan Zee bukan salah satunya. Sejak usia lima tahun, Zee menyimpan mimpi yang sama setiap malam: seorang wanita paruh baya dengan suara lembut membisikkan pesan, "Kau akan disayangi lebih dari apa pun, tetapi tunggulah. Suatu hari, seseorang akan mengirimmu surat. Dan orang itulah yang pertama kali mengingatmu." Sejak saat itu, Zee mulai menulis surat demi surat, semuanya tak pernah ia kirim. Ia menunggu balasan yang tidak kunjung datang, menatap laut yang selalu ia percayai lebih mampu mencintai dibanding rumahnya sendiri. Di sekolah elite St. Merithune Academia, tempat anak-anak berdarah bangsawan dan politikus belajar menyembunyikan luka di balik senyuman, Zee bertemu Lyraenne Evarielle Caerinth seseorang yang melihat dirinya sebagai manusia, bukan bayangan. Bersama Lyra, perlahan ingatan masa kecilnya yang kabur mulai tersingkap. Tentang surat pertama yang pernah ia terima. Tentang siapa sebenarnya yang menghilang, dan siapa yang menyembunyikan kebenaran darinya. Namun tak semua kebenaran membawa kelegaan. Karena surat itu memang pernah dikirim hanya saja... tidak pernah sampai padanya. Selamat Membaca!