Story cover for Fragment by Raniafrz_
Fragment
  • WpView
    Reads 256
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 256
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Jul 13, 2017
Tak banyak orang yang bisa mempertahankan persahabatan antara lelaki dan perempuan. Kebanyakan dari mereka memilih untuk melepas semua kenangan yang mereka lewati karena ego masing-masing. Tak berbeda jauh dari fakta itu, dialah Ran, yang melawati masa yang sama namun lebih rumit. Aku tak bercanda, kisah cinta yang ia jalani lebih sulit daripada menyatukan kembali sebuah tembikar yang pecah. Namun tak masalah karena ia punya perekat. Walaupun terlambat, namun semuanya bisa kembali, dan menurutnya ini lebih sempurna.

Ran, "Apa aku penyebab dari hal yang menimpamu? Maafkan aku. Janjiku, akan ku jaga satu diantara kalian yang masih menjadi detak dalam hidupku."

Renal, "Apa yang kau bicarakan? Memang rasa ini bukan cinta, namun lebih dari itu, aku lebih memilih untuk tinggal dalam replika cinta daripada bersama cinta yang sesungguhnya."

Davi, "Jangan sedih, jangan menangis. Aku berjanji akan menjadi apapun untukmu, untuk mendekapmu, agar kau tetap bersinar. Sungguh, apa kau tau? Aku mencintaimu."
All Rights Reserved
Sign up to add Fragment to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
It HURTS cover
him (END) cover
GRIZLEN {On Going} cover
Anugerah Patah Hati [COMPLETE] ✔ cover
Almost Mine - 3 Alasan Aku Menolakmu! cover
Mentari Sebelum Hujan (SQUEL RAINA HUJAN TELAH DATANG)  cover
Maafkan Aku cover
Rannia√ cover

It HURTS

34 parts Complete

Teman-teman bilang, kisah cinta gue itu pasaran. Naksir tapi cuma bisa memendam (kalo lo bilang gue pengecut, itu artinya bukan hanya gue aja yang lo judge tapi juga jutaan cewek yang naksir diam-diam). Sebenarnya sih itu udah kelewat lumrah. Yang langka terjadi di realita adalah.... punya sahabat berbeda jenis (cowok cewek maksudnya) dan parahnya lo naksir dia! Yupss. Itu yang sedang gue alami. Percayalah, rasanya berjuta kali lebih nggak enak dibanding lo naksir cowok terkeren di sekolah. Seakan ada sesuatu yang salah dan nggak pada tempatnya. Wajar sih, karena memang nggak seharusnya ada rasa "cinta" di tengah persahabatan. Tapi mau gimana lagi? Beruntung buat gue kalo perasaan itu melekat di kedua pihak. Nah, kalo nggak? Kan sakit. *** Peniu.