Riana
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 24, 2017
"Nak, kamu yakin akan ninggalin papa dan mama? Kamu disana itu hanya sendiri....hiks...hiks" ucap Bela ~Ibu Dion yang masih saja menangis. "Tenanglah ma, aku akan baik-baik saja. Aku akan mencari teman baru di Jogja, yang penting sekarang papa dan mama di sini jaga kesehatannya. Doakan anakmu ini ya semoga bisa jadi seniman hebat" Dion mulai menyalami dan memeluk kedua orangtuanya, setetes cairan bening berhasil meluncur dari mata kirinya. Berat rasanya meninggalkan mereka yang nantinya akan jarang ia kunjungi, mungkin hanya waktu-waktu tertentu seperti liburan akhir semester dan juga libur hari Raya Idul Fitri. "Pokoknya hati-hati disana. Doa kami selalu menyertaimu nak" Kereta api jurusan Jogjakarta akan segera di berangkatkan..... "Ya sudah, Dion berangkat dulu ya. Nanti kalau sudah sampai Jogja aku langsung kabarin mama sama papa oke. Assalamualaikum" "Waalaikummusalam"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]
  • Cinta Jangan Pergi(Complete)
  • Dandelion [Completed]
  • MALAM(MALA & ILHAM)
  • Menjemput Tulang Rusuk
  • Happy is painful || jisung
  • Cerita Daun dan Bumi

Tinggalkan cerita ini jika membuatmu lalai. "Aku yakin. Allah beri ini semua karena Allah udah siapin hal terindah setelah ini." -Rayyaza Shayla Danendra. "Izin sebut nama lo dido'a gue, ya. Gue siap kecewa kalau seandainya kita berdua gak bersama." -Habibil Alfa Ramadhan. Bunga itu... Telah mengering seiring berjalannya waktu. Tapi, tidaklah mungkin ia melupakan siapa yang memberi sekuntum mawar merah yang mulai menyoklat itu. "Selamat hari ibu untuk ibu dari anak-anak ku. Terimakasih sudah menjadi wanita hebat dihidupku, ya. Mawar ini, pertanda bahwa aku, sangat mencintaimu, " ujar laki-laki itu sangat manis. Sebuket mawar itu dipajang indah dilemari kaca yang tinggi. Harumnya begitu menyerbak, dan kelopaknya yang begitu segar. "Terimakasih,ya. Aku gak tau lagi mau ngomong apa selain terimakasih. Hanya kamu, laki-laki yang bisa menerima kekurangan ku. Terimakasih,ayah dari anak-anakku." Wanita itu menghapus air matanya yang mengalir dipipi ranum nya. -selamat membaca-

More details
WpActionLinkContent Guidelines