Entahlah, heningku tertegun menyaksikan kegundahan malam, tak mungkin ku membenci malam yang sejatinya tidak akan sirna seiring zaman, kecuali jika zaman berakhir, entahlah, lidahku berkelu lagi.
Kita menutup suara entah untuk menutup rasa atau menutup perdebatan, ataukah mencoba menguji rasa. Lama ku bersandiwara mengumbar tawa ditulang pipiku, memendam risau walau suaraku terkadang sampai parau. Menelan perseteruan hati, mengalir ke denyut nadiku sampai bom waktu pun berdentum keras memilih membungkam lara, menutup suara, tak ingin jadi perkara namun memilih beranjak saja.
Hatiku tak berbanding lurus dengan logikaku. Kumemilih tuk mengangkat kaki, membuang semua memori dengan keteguhan hati semua akan mati, lagi ku keliru lagi, bertemanku dgn banyak suara, gurau kiri kanan, bernainkan alam bernuansa kebahagiaan abadi tapi semua tetap terasa maya, hampa. Namun, hatiku mengeras tetap tak ingin berdansa ria membangun hubungan yang telah ku semayamkan, karena ku tau pasti semua akan tetap sama. Sama lelahnya ku berseteru panjang dengan jarak, bernegoisasi dengan waktu, bertengjar dengan anganku dan anganmu, yang disudut perdebatan aku terpojok dengan keadaan lagi yang menyeretku kekeadaan bermaya lagi. Lama ku bersahabat dengan jarak ruang dan waktu yang tak sama, lagi dan lagi sekarang merintih jenuh, memilih mengobati hati, mencintai Tuhan yang sejati akan memberikan teman hidup sepadan sampai mati, entah dengan pelabuhan yang berbeda atau kembali ke dermaga semula. Tuhan yang mengambil alih sebagai hakim sejati.
" Saat kau membuka mata ingatlah jejak-jejak ini "
Sepetik kisah cinta mawar merah bersama ombaknya
Di kota balikpapan,kota tua yang menjadi tempat bertemunya sepasang insan yang sama-sama memiliki trauma akan cinta yang tulus.
Mereka membuat lembaran kisah cinta baru yang malah menjadi cinta dengan lumuran darah di dalamnya.
Mengobarkan beberapa sukma yang harusnya bahagia menjalani kehidupan tua bersama sang kasih.
" -Kemarin kau masih memeluk hangat cintaku
Hari ini kau peluk cinta
Kau hempaskan hati ini kembali
Kau bantai hidupku kembali
Dulu
Saat kau layu
Ku siram dengan sejuknya airmata
Saat kau dingin
Ku peluk dalam hangat cintaku
Saat sepi sendiri
Kutemani hari hari sepimu
Kau bercerita tentang kepedihan hati
Kau menjerit kecewa pada orang yg selalu menyakiti hatimu dan membuat bathinmu menderita sampai hari ini
Tapi mengapa
Kaupun tega menyakiti hatiku
Walau kau tau aku tak pernah sedikitpun menyakiti hatimu
Bahkan
Aku selalu mengharapkanmu datang
Kembali
Walau akhirnya kau tak kembali untukku
Kau kembali di saat layu
Tetap ku peluk dirimu
Dalam deritaku- "
" Bukan kamu saja Tuhan membuat semua orang di dalam sini sakit "