Tuhan, Ku Titip Bunda PadaMu

Tuhan, Ku Titip Bunda PadaMu

  • WpView
    LECTURES 69
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., juil. 14, 2017
Namanya Ara, seorang gadis mungil nan lugu yang tengah menduduki bangku kelas 3 sekolah dasar Kehidupannya terbilang cukup mewah namun sederhana. kehadiran sosok ibu dan seorang adik kecil dalam hidupnya, cukup membuat dia merasa bahagia Tahun demi tahunpun berlalu begitu cepat hingga akhirnya Ara benar benar tumbuh menjadi seorang gadis yang banyak diidamkan oleh para pemuda di sekolahnya Sampai akhirnya, firasat buruk pun mulai menghantuinya, firasat yang dapat merubah dirinya juga kehidupannya... Lalu? Apa yang akan terjadi selanjutnya? Akankah firasat itu benar terjadi? Atau hanya perasaannya saja?
Tous Droits Réservés
#85
batin
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Stres In Life
  • Trauma Is Real
  • Breathe
  • Langit Kelabu Milik Ara
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • ini aku
  • Sejenak Luka
  • Persona
  • Dee'Faa

Kita sebatas mengejar bahagia dengan cara sama-sama terluka. ( Warning ⚠ violence, profanity, gay and sexuality 18+) --- "Lama-lama, saya bunuh kamu!" "Arrgghhh." --- "Kalau gue cemburu, namanya gue sayang. Lo mau gue sayang?" --- "Lo mau kemana? Biar gue anter pulang, bahaya banget lo jalan kayak orang nggak punya tujuan." "Tujuan gue mati!" --- "Gue capek, Lan. Semesta sejahat ini sama gue. Semenyakitkan ini gue hidup." "Gue-di lahirkan hanya untuk menikmati luka." --- "Tania, lo itu cewek menjijikan!" --- "Ma ... Terima kasih sudah membuat Tania sehancur sekarang." --- "Tania ... Gue sayang sama lo, perasaan gue nggak akan pernah bisa hilang." "Kita hanya sebatas teman dan gak boleh ada ikatan." "Karena hati lo ada di orang lain. Ini cukup menyakitkan dan gue nggak bisa memaksa keinginan." --- "Jujur, Ka. Gue cemburu." "Ngapain cemburu?" "Gila lo ya. Gue punya hati, lo gak mikir?" "Tapi kita cuma temen." "Lo pikir, semua berawal dari sodara terus jadi pacar? Mikir tolol! Semua berawal dari temen!" "Jangan berlebihan." "Lo, pilih gue atau dia?" "Jelas kamu. Tapi aku nggak bisa jauhin dia. Terlalu sulit." "Setan lo!" --- "Tugas aku belum selesai, bahkan masih panjang. Aku mau liat kamu terus bahagia, nyatanya gak bisa." "Bisa! Kita bahagia sama-sama ya?" --- -Kesalahan terbesarmu, adalah meninggalkanku- Note : (Saya tidak bertanggung jawab jika terjadi kebengkakkan akibat air mata.)

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu