Photograph Diary

Photograph Diary

  • WpView
    Reads 511
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 2, 2021
Menyebalkan. Itu yang pertama kali ku ucapkan kala bertemu denganmu. Sosok yang kesehariannya terus mengalungi kamera, seakan tanpanya kamu tak bisa apa-apa. Namun, berkat kamera itu, kita pernah menjadi amplop dan perangko. Kita pernah menjadi dua manusia yang bermimpi bersama di bawah langit yang sama, saling berpandangan. Ya, kita pernah sedekat itu. Dulu. Tetapi, aku tak pernah menyesali pertemuan kita. Karena celotehanmu, aku menjadi pribadi yang lebih baik lagi, sekarang. Dan juga, aku percaya bahwa semesta takkan mempertemukan dua manusia tanpa pelajaran di akhir kisahnya. Dariku, orang yang merindukanmu. Sangat.
All Rights Reserved
#216
kamera
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Eleven (TAMAT)
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • Auri, Cigarettes and Life
  • Keazen (a sly world) TERBIT!
  • GRIZLEN {On Going}
  • The Dark Side(END)

11 November 2000 "Kau dan aku dipertemukan oleh waktu." "Menuntun kita pada sebuah kebersamaan, apakah benar t'lah ditentukan takdir?" 09 Januari 2011 "Maaf, karena membuat mu bertahan dalam hubungan penuh keegoisan ini." "You are the only best friend I have ever met in this world." 28 Februari 2011 "Aku akan terus berdo'a pada Tuhan agar jangan biarkan menghilangkan kamu dari hidup ku selama." "Karena kamu adalah hal terbaik yang pernah kudapatkan." 02 Mei 2011 "Maaf, lagi dan lagi hanya kata itu dapat terungkapkan ketika tak ada jawaban dari atas pertanyaan yang kamu berikan." "Semua hal pasti mempunyai kemungkinan bisa ya atau tidak, jadi jangan terlalu banyak menitik beratkan suatu harapan terlalu besar." 11 November 2011 "Aku berharap tidak akan ada satu hal pun yang dapat membuat kita terpisah, Za." "Andai waktu bisa kuhentikan aku ingin tetap terus bersama mu seperti ini, Gi." "Haruskah kita menjadi korban atas ego dan ambisi yang tak terpuaskan." "Tak selamanya semua kesamaan yang kamu dan aku miliki bisa membuat kita tetap bersama." ____________________________________ Ini adalah sebuah rangkaian memori kecil untuk masa depan tentang kisah kamu dan aku, hanya kita berdua. Orang-orang disekitar kita mengatakan bahwa kamu dan aku tak mungkin terus bersama. Bahkan ada sebagian dari mereka yang sama-sekali tak mengizinkan hal itu. Begitu juga yang kita yakini kamu dan aku tak akan pernah bersatu pada akhirnya. Namun, kamu dan aku juga tidak bisa menebak takdir yang telah dituliskan untuk kita berdua. Akankah kita kembali bersama? Dan melengkapi kisah ini menjadi sebuah cerita yang utuh. Memories In Eleven " Pertemuan mungkinkah kita perkirakan? Kebersamaan dapatkah selalu kita pertahankan? Perpisahan akankah semanis pertemuan?" Memories in Eleven adalah revisi dari cerita pertama Khairun yaitu Memori Kecil untuk Masa Depan diakun @Pena_Khairun. so happy reading guys☺☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines