Langit dan Bumi

Langit dan Bumi

  • WpView
    Reads 3,662
  • WpVote
    Votes 319
  • WpPart
    Parts 55
WpMetadataReadComplete Mon, Sep 30, 2019
Langit dan pernak perniknya yang menggantung. Bumi dengan isinya yang fana. Juga ~Aku~ yang suka mengamati keduanya. Sebuah kisah tentang "Langit dan Bumi" Tulisan-tulisan yang mungkin bermakna dengan segala ke-absurdannya Tapi yang jelas gak jauh-jauh dari peristiwa keduanya. Semoga suka dan selamat menikmati?❣ ..... Ditunggu kritik, saran, vote, dan komennya!
All Rights Reserved
#783
puisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Highway 1009 ||Sim Jaeyun - Jake|| (TERBIT)
  • Kitab Romancuk
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • From Me in Somewhere
  • Surat si Perindu Langit [REVISI] ✓
  • Goresan Pena
  • sayangnya cila ke ciara
  • Seventeen

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines