Salsa
  • WpView
    Reads 4,612
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 26, 2020
CERITA KEDUA DARI DIRGA Cinta mempunyai banyak cerita. Mau sedih, senang, atau pahit sepahit pare. Dalam cerita cinta, kita juga dapat belajar dari masa lalu. Masa lalu yang kelam nan sedih akan menjadi pelajaran hidup yang bermakna. Masa lalu selalu akan mempunyai rasa yang tertinggal. Entah rasa senang atau sedih. Rasa tertinggal itu selalu membuat kita mengingat dan terus mengingat memori demi memori yang ada. "Gue sama lo itu ibarat kayak kursi sama meja. Sama-sama saling berpasangan, tapi selalu memiliki jarak meskipun telah berdekatan," "Apa lo tahu bintang ? Bintang itu bersinar dan selalu diliat orang banyak, kalau gue jadi bintang, gue bakalan bersinar buat lo dan seterusnya akan kayak gitu," "Syarat kita mencintai seseorang adalah dengan cara memahami hati seseorang itu," VOTE DAN KOMENNYA YA ☺️😉
All Rights Reserved
#20
sania
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Meneroka Jiwa 2
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • About a Diandra Story
  • ALONE
  • Arga & Cinta Pertamanya [SELESAI]
  • Baper Story [END]
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • ILY Alfarel [Terbit]
  • Cinta Selamanya [E N D]

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines