Puisi Malik

Puisi Malik

  • WpView
    LECTURES 1,166
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadTerminé dim., juil. 17, 2022
WpInfo
Fanfiction
1Direction
Malik memejamkan mata saat merasakan hawa dingin mulai menelusup kedalam jaket tebal yang dikenakan. Secangkir teh panas yang masih dalam genggaman mengepulkan asap menjadi penghangat Malik kala duduk diluar tenda bersama para pendaki lain. Pikiran Malik melayang jauh, Melintasi dimensi waktu dan menikmati bayangan yang terlintas dalam setiap ia memejamkan mata. Bayangan yang sempat menjadi segala impian dan mimpi indahnya selama ini. Dibisiki doa Bunda dan semangat Ayah yang terus membuatnya berada disini. Namun tepukan pada bahu kirinya membuat segala impian dan mimpi indahnya runtuh seketika. Malik seakan tersadar dimana dirinya berada, kembali ditarik dalam kenyataan. Membawanya meyakini hal itu sekali lagi setelah sekian lama, bahwa mimpi indah dan impiannya hanya sebuah ilusi.
Tous Droits Réservés
#14
tenlit
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Juan [REVISI]
  • FLASHBACK [COMPLETED]
  • Sandyakala [TAMAT]
  • Back To You
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Feathers
  • DENNIES
  • Kelly Vannesa
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • R E T A K [1] ✓

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu