Puisi Malik

Puisi Malik

  • WpView
    Reads 1,166
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 17, 2022
Malik memejamkan mata saat merasakan hawa dingin mulai menelusup kedalam jaket tebal yang dikenakan. Secangkir teh panas yang masih dalam genggaman mengepulkan asap menjadi penghangat Malik kala duduk diluar tenda bersama para pendaki lain. Pikiran Malik melayang jauh, Melintasi dimensi waktu dan menikmati bayangan yang terlintas dalam setiap ia memejamkan mata. Bayangan yang sempat menjadi segala impian dan mimpi indahnya selama ini. Dibisiki doa Bunda dan semangat Ayah yang terus membuatnya berada disini. Namun tepukan pada bahu kirinya membuat segala impian dan mimpi indahnya runtuh seketika. Malik seakan tersadar dimana dirinya berada, kembali ditarik dalam kenyataan. Membawanya meyakini hal itu sekali lagi setelah sekian lama, bahwa mimpi indah dan impiannya hanya sebuah ilusi.
All Rights Reserved
#256
malik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Fractured Soul
  • Breathe
  • Back To You
  • Sandyakala [TAMAT]
  • Let Me Love You Longer
  • Halcyon
  • HIDDEN I (The End)
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Feathers

Seorang gadis dengan senyum sempurna-terlalu sempurna untuk menjadi nyata. Ia terlihat baik-baik saja. Selalu hangat. Selalu menenangkan. Seolah dunia tak pernah menyentuhnya dengan cara yang menyakitkan. Padahal, di balik senyum itu-ia perlahan hancur dalam diam. Ia belajar untuk tidak mengeluh. Belajar untuk tetap berdiri, bahkan saat dirinya hampir runtuh. Karena di dunianya, luka bukan sesuatu yang bisa dibicarakan... hanya bisa disembunyikan. Sampai suatu malam, sebuah cermin retak memperlihatkan sesuatu yang tidak seharusnya ada. Sosok lain. Dengan luka yang sama-atau bahkan lebih dalam. Sebuah liontin berkilau di lehernya. Indah. Tenang. Namun tanpa disadari, benda itu menyimpan kenangan yang seharusnya tetap terkubur. Ketika batas antara dua jiwa mulai memudar, dan satu kehidupan perlahan digantikan oleh yang lain... Ia dihadapkan pada satu pilihan- bertahan sebagai dirinya sendiri, atau membiarkan seseorang mengambil alih segalanya. Karena tidak semua yang kembali... datang untuk hidup kembali. Beberapa... datang untuk membalas. ~~~~ "She came back not to be saved- but to remind them what it means to suffer." ~~~~ ⚠️ PERINGATAN (Trigger Warning): Cerita ini mengandung konten yang sensitif dan tidak cocok untuk semua pembaca. Beberapa tema yang diangkat termasuk: • Perundungan (bullying) • Relasi inses • Kekerasan fisik & emosional • Pelecehan • Trauma psikologis • Balas dendam • Adegan kekerasan dan eksplisit (konten 18+) Dibaca dengan penuh kesadaran. Cerita ini bersifat fiksi dan tidak bertujuan untuk membenarkan atau mengagungkan tindakan berbahaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines