Beautiful Lie

Beautiful Lie

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 18, 2017
Aku kembali mengingat hal yang telah lalu. Katanya, kamu sangat suka mendaki. Lalu kamu menceritakan tentang itu hingga membuatku tertantang. Kamu ajak aku keatas, caramu menuntunku sungguh membuat ku nyaman. Kita pun menyatu. Mengubah hujan menjadi pelangi, mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Mengubah merahmuda menjadi biru. Saat semua sempurna kita berada jauh diatas puncak. Kau mulai merasa bosan, sementara aku masih ingin menatap awan. Kau memutuskan untuk turun menggunakan parasut. Sementara aku, tak tahu caranya turun. Aku memohon agar kau kembali, menuntunku lagi ke arah jalan pulang. Namun, kau enggan untuk sekedar mendengar. Saat itu aku terjebak. Dan dibiarkan mati dalam dinginnya pendakian. Dan aku baru sadar bahwa kamu memutuskan untuk pergi tanpa ingin kembali lagi. Lalu aku berjalan sendiri mencarimu, disana yang kutemui adalah waktu. Aku bertanya "dimana kamu?" kupikir saat dia menggerakan bibirnya dia akan menjawab pertanyaanku, tapi ternyata hanya menendang udara kasar. Aku membalikkan badan disana kudapati rindu. Ia terus menatapku, iba. Aku menanyakan hal yang sama "dimana kamu?" tidak ada jawaban. Mereka benar-benar membuatku frustasi. Aku memutuskan untuk pergi dari sana. Namun saat aku membalikkan badan hanya beberapa langkah, salah satu dari mereka entah itu waktu atau rindu menjawab pertanyaan ku "diingatanmu" "dia selalu ada diingatanmu, tidak pernah pergi walau se inchi pun"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNWICH
  • My Diary
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Alpha Mate
  • the Pure blood
  • The Hunter's Moon (Moon Series #1)
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • The Disappearance of Butterfly
DUNWICH

"Jauhi gelapnya malam... dan indahnya bulan, jika kau ingin terhindar dari kutukan." Itulah yang dikatakan seorang peramal padaku beberapa bulan lalu. Saat itu aku hanya tertawa. Siapa yang percaya pada kutukan di zaman modern ini? Namun, semuanya berubah ketika aku pindah ke sebuah kota kecil di Amerika Serikat-tempat yang terasa terlalu tenang, terlalu asing. Ayahku yang keras kepala memaksaku meninggalkan hiruk-pikuk New York demi 'kehidupan yang lebih aman'. Awalnya semua baik-baik saja. Bahkan, aku bertemu seorang pria yang membuat detak jantungku kacau. Senyumnya hangat, matanya dalam-terlalu sulit untuk tidak jatuh hati. Tapi entah kenapa, bayangan kata-kata sang peramal mulai kembali menghantuiku. Saat malam turun, kota ini berubah. Ada sesuatu di balik kabut dan keheningan malam. Sesuatu yang mengintai. Sesuatu yang haus. Ketika saudara kembarku menghilang tanpa jejak, segalanya menjadi mimpi buruk. Dan pria yang kupikir bisa kupercaya... ternyata menyimpan rahasia yang jauh lebih kelam dari yang bisa kubayangkan. Kini aku berdiri di ambang dua pilihan: tetap bersembunyi dalam cahaya semu, atau masuk ke dalam gelap yang penuh bahaya untuk menemukan kebenaran. Apakah kutukan itu benar-benar nyata? Atau aku hanya menjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih tua... dan lebih mengerikan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines