Ruang Hampa

Ruang Hampa

  • WpView
    Reads 11,886
  • WpVote
    Votes 601
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 2, 2019
Dia sendirian. Terpojok di sudut ruangan, bersandar pada dinding nan usang. Sepi, sunyi, senyap. Dia menangis. Meratapi nasib yang pilu, mengenang masa lalu yang kelam, merenungi luka hati yang tak kunjung sembuh. Dia menjerit. Teriakan frustasi penuh amarah meluap, meringkuk sambil terisak. Ungkapan penat terlontar dari bibir pucatnya. Raungan sakit hati bergema di setiap sudut ruangan. Dia butuh teman. Namun semua orang menjauhinya. Dia butuh pendengar keluh kesahnya. Tetapi semua telinga mendadak tuli untuknya. Dia butuh pertolongan. Bersediakah kau membantunya?
All Rights Reserved
#5
cliffhanger
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kathréftis {καθρέφτης}|| End✓
  • protect him (renjun ft. Ning Ning)
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • Hopeless
  • Unspoken
  • Am I NORMAL?? When I'm In My DEPRESSION. (SUDAH TERBIT)
  • ARIEANNA
  • Let Me Love You Longer

Raga hidup dalam dunia yang tak pernah benar-benar memahami dirinya. Ia tak peduli dengan bisikan atau tatapan penuh tuduhan. Yang ia tahu, hanya satu hal yang membuatnya bertahan-Abangnya. "Hidup Raga bukan untuk mereka, Bang. Raga cuma punya Abang." Bersama luka yang mengikat, ia berjalan di antara kenyataan dan bayang-bayang. Apakah ia yang terlalu pandai menyembunyikan sakitnya? Atau justru dunia yang memilih untuk tidak melihatnya? "Raga bukan orang gila." "Raga bukan pembunuh, Bang." Tapi apakah ada yang benar-benar percaya? ______________________ [BELUM REVISI!] #PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!! #Karya ini murni hasil pemikiran saya sendiri... #Bila ada kesamaan nama tokoh Dll itu murni ketidak sengajaan... #Masih banyak Typo mohon maaf By:El

More details
WpActionLinkContent Guidelines