Story cover for Meretas by lunilyfe
Meretas
  • WpView
    Odsłon 1,972
  • WpVote
    Głosy 151
  • WpPart
    Części 20
  • WpView
    Odsłon 1,972
  • WpVote
    Głosy 151
  • WpPart
    Części 20
W trakcie, Pierwotnie opublikowano lip 16, 2017
Ya, aku dan kau yang sudah tidak akan pernah sama. Detik dimana aku bukan siapa-siapa, hingga kau kehilanganku seutuhnya. Selamanya.

Kamu meretas warna merah muda hingga memar dan membiru.

Kamulah yang meretas.

Meretas sesuatu yang begitu tulus dan rahasia, meretas sesuatu yang erat dalam keterkaitan, meretas sebuah kepercayaan menjadi sebuah jelaga kecewa yang mendalam. 



                                            *****


*Arti dari meretas adalah:

me.re.tas
Verba (kata kerja) 
(1) memutuskan benang-benang pada jahitan: meretas kelim; 
(2) membuka dengan pisau; 
(3) membedah atau membelah kulit : karena putus asa, ia meretas perutnya sendiri dengan sebilah pisau; 
(4) menebangi pohon untuk membuat jalan; merintis; merentas; 
(5) menembus dengan merusak dinding dan sebagainya


Meretas, sesuatu yang tidak menyenangkan.
Terdapat semburat makna Keterpaksaan pada sebuah objek. Ketidaksetujuan, keputusasaan, ke_tidak_utuh_an... 

Untukku Meretas itu tidak baik.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Zarejestruj się, aby dodać Meretas do swojej biblioteki i otrzymywać aktualizacje
lub
Wytyczne Treści
To może też polubisz
Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata) autorstwa DeviMariaSimarmata
61 części Zakończone
Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017
To może też polubisz
Slide 1 of 7
Sampai Sini [End] cover
SajakSesak 2 [Arief Aumar] cover
Aku Pengamat, Terasingkan cover
Owl Secret cover
[2] Asa dalam Rasa | ✔ cover
RYAN : SATU DARI SERIBU WAJAH CINTA cover
Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata) cover

Sampai Sini [End]

25 części Zakończone

𝘼𝙠𝙪 𝙧𝙚𝙡𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙪𝙣 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙡𝙖𝙧𝙖𝙨𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙠𝙞 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙩𝙧𝙤𝙩𝙤𝙖𝙧-Naya Kalau di pikir-pikir lagi, banyak kenangan yang tidak tahu harus di simpan di mana. Seperti, aku harus apa ketika kenangan itu terputar jelas dalam ingatan? "Aku menyukainya sendirian, mencintainya sendirian, bahagianya sendirian, cemburunya sendirian, sedihnya sendirian dan mengakhirinya sendirian bahkan sekarang melupakannya sendirian. Gak adil yah?" Iya. Tapi aku tidak bisa menyalahkan siapa-siapa disini. Menyalahkan dia? Emang dia buat salah apa? Aku terlalu terbawa perasaan ketika laki-laki itu melakukan aksi sekedar bare minimum. Tapi jika menyalahkan diri sendiri juga, aku tidak salah. Perasaan itu datang bukan di rencanakan. Berasa lagi nyalahin penjahat tapi penjahatnya tidak tahu siapa. Karena, Di antara kita tidak ada yang menjadi pelaku atau pun korban. Namun, bolehkah aku sedikit berharap? ✨️ bonus playlist spotify! baca sambil dengerin lagu yang di rekomendasikan😇❣️ Disclaimer! Penulis masih berkelahi dengan typonya😘 Cerita ini hanya cerita biasa, bukan spesial apalagi penting. Start: 09 September 2023 Finish: 05 Juli 2024