We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Khanza Aruna

Khanza Aruna

  • WpView
    Reads 335
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 5, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
" Aku bukan siapa-siapa tapi aku ingin orang-orang di dekatku bahagia." --Nafeeza Khanza Shaqeena-- " Gue harap lo bisa jaga hati lo buat gue dan gue janji gue akan jaga hati gue buat lo sampai tiba saatnya nanti." -- Aruna Nadifta Wiwaha-- Khanza, cewek biasa yang tetap ceria meskipun tersingkir dari pandangan ibunya bertemu dengan cowok bengal yang berkutat dengan segala permasalahan hidupnya. Apakah cowok itu mampu bertahan hidup demi orang yang disayanginya???
All Rights Reserved
#82
khanza
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nathalea
  • semesta untuk christy
  • Natio
  • anugrah terindah (end) [before takdir indah]
  • Zefanoya's story
  • Waktu?
  • "Luka" (OS)
  • Cinta Yang Dingin Hati Yang Tersimpan (Fredel)
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

More details
WpActionLinkContent Guidelines