Berawal Dari Kemah⛺

Berawal Dari Kemah⛺

  • WpView
    Reads 42,176
  • WpVote
    Votes 1,929
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 12, 2018
Teruntuk Pangeran Berkacu, Terima kasih telah menuntunku menjadi pribadi tangguh, walau dengan cara yang berbeda dari kebanyakan orang. Terima kasih karena sudah memberikan aku sedikit waktu, untuk lebih mengenal apa itu cinta. Terima kasih telah membuat aku percaya, bahwa persahabatan harus selalu di dahulukan daripada cinta kasih tak jelas. Dan teruntuk para sahabatku, Terima kasih telah menemaniku dari masa cupu hingga masa hebat seperti ini. Anugerah indah yang Tuhan berikan untukku, mempertemukan aku dengan kalian. Di mana pun kalian berada, Salam rindu yang tak pernah kenal batas! (-) Ganti sampul 03/08/2019
All Rights Reserved
#64
scout
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NIDA ( END )
  • PRAMUKA IN LOVE ✔
  • God's Surprise ( Slow Update )
  • My Ex-Boyfriend is My Husband (END)
  • 30 hari[END]
  • Takdir cinta DARA (Completed)
  • Garis Takdir Adinda (END) ✓
  • Double "K"
  • SORRY!
  • Kamu yang Kukira Milikku

"Berhenti main main! Gue pengen serius." Tukas Aldi dengan wajah seriusnya, tanpa ada sedikit unsur candaan. Ia nampak sedikit gusar sebab wanita dihadapannya ini tak pernah menganggap ucapannya serius. Nida sedikit ketakutan saat laki laki didepannya itu menaikkan nada bicaranya. Ia juga terkejut,laki laki yang satu ini selalu menjadikan apapun seperti lelucon dan candaan, namun kini dia terlihat begitu serius membuat Nida tak mampu menjawab dan hanya bisa membisu. Sial! Kenapa jantungnya berdegup keras. Ya ampun Nida merasakan pipinya memanas. "Lo harus jawab, nona muda." Aldi mendekatkan tubuhnya pada gadis dihadapannya hingga jarak mereka semakin tipis. Aldi merendahkan pandangannya, sebab tinggi mereka tidak setara. Dan di sini jelas Nida lah yang tidak terlalu tinggi. Nida mengangkat kepala dan pandangannya. Aish! Jantungnya sangat berdegup kencang. "Runtuhin tameng hati gue. Buat gue percaya akan hal itu." Ujar Nida dengan bersikeras menahan degupan di dada nya. Seulas senyuman terukir di wajah indah Aldi, dia kemudian mengambil jarak kembali menjauhkan tubuhnya,sebab ia tahu bahwa gadis dihadapannya itu tidak nyaman. "Setelah gue berhasil, gue gak bakal lepasin lo. Gue yang akan jadi pemenang. Hm?" Terdengar jelas seperti tantangan Aldi berucap. Membuat Nida semakin kalut. Ahhg! Aldi selalu saja berhasil membuat desiran aneh dalam tubuh Nida. Demi apapun Nida ingin menendang Aldi jauh jauh saat jantungnya berdegup keras. Bisa semakin malu ia jika Aldi mendengar degupan jantungnya. Tanpa Nida sadari, ia lah yang terjebak oleh ucapannya itu. Antara hati dan logika. note : ( Beberapa adegan terinspirasi dari cerita orang sekitar. ) ( Dipublikasikan pada : 6 Juli 2020 ) ( End ) ( Dilarang copas, atau plagiat cerita ini! Mikir sendiri jangan seenaknya, lu kira nyari ide cerita segampang nyari upil? ) Rank 1 #Nida ( 8 Juli 2023 ) Rank 1 #pdkt ( 21 Juli 2023 )

More details
WpActionLinkContent Guidelines