Lights On

Lights On

  • WpView
    Reads 366
  • WpVote
    Votes 104
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 20, 2017
WpInfo
Fanfic
"Lo nggak mau keluar? Atau mau gantiin pakaian gue lagi?" kata perempuan itu dengan seringai liciknya. Rifky diam. Tak bisa dipungkiri ia mulai menyukai tatapan tajam dan seringai licik perempuan itu. Ia benar-benar berhasil membuat Rifky tertarik padanya. "Kalau lo nggak keberatan" "Nope" Perlahan Rifky mendekati perempuan itu, kakinya berjalan menuju meja namun matanya terfokus pada wajah perempuan itu. Setelah dirasa cukup dekat tiba-tiba saja Rifky mengubah arah tubuhnya. Dari menghadap meja menjadi menghadap perempuan itu, tubuhnya membungkuk. "Gue bukan laki-laki brengsek yang dengan gampangnya nurutin kemauan lo itu walau jujur, gue sedikit tertarik" bisik Rifky tepat ditelingan kanan sang perempuan. Perempuan itu terkejut, namun cepat-cepat ia mengubah ekspresi. "Really? I don't think so. Gue masih inget beberapa jam lalu seorang lelaki minta maaf ke gue karena nggak izin ganti baju gue" Perempuan itu tersenyum puas melihat Rifky yang bungkam dan terdiam membeku.
All Rights Reserved
#1
niceguy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harapan Bunga Terakhir
  • Upside Down
  • My Handsome Devil
  • Love Letters [END]
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • ||Perjodohan||✓
  • (BL) Baby You Don't Know ME [Narusasu]
  • Chance Of Love | 2 ✔
  • ONLY YOU
  • Be Yours

"abang!... aku dapet penghargaan loh" Teriak gadis Kecil mengejar lelaki dewasa didepannya lelaki yang di panggil abang itu hanya merespon delikan mata "abang mau kemana?,, " "ara ikut ya" mata itu menyorot tajam bak elang yang akan membunuh gadis mungil yang berdiri di depannya "lo!... bisa DIEM gak!!!.. " Bulir airmata menggenang di pelupuk iris mata terangnya "ta'ap'i.. ara.. " "shitt' diem." dengan sorot tajam menahan amarah suara itu kembali membuat gadis itu bungkam bersamaan dengan jatuhnya bulir bulir airmata yang dipendam gadis Kecil itu. ⋆ ˚。୨୧˚˚୨୧。˚ ⋆ ' Menyerah ' Satu kata yang slalu berkeliaran dipikiran nya, apakah ia harus menyerah pada titik ini?? sedangkan ribuan pertanyaan Dan harapan masih setia bersemayam dipikiran nya Tidak adil baginya yang tidak tahu menahu titik permasalahanya tapi mengapa ia yang mendapat kesialan ini, satu kata yang slalu tertanam " PEMBUNUH " itulah kata yang slalu orang orang lemparkan pada diri nya... Gadis Kecil yang dulu slalu mengharapkan kasih sayang walau sekedar pelukan, nyatanya itu tidak ia dapatkan sampai kini ia kokoh berdiri sendiri menatap hamparan bintang dilangit dengan tatapan sendu, akankah semesta mendukung nya? _ apakah gadis Kecil itu bisa mewujudkan harapannya? .. _ Atau ia akan kalah akan takdir yang seolah tidak mendukung keinginan nya ? • • • _plagiat dilarang mendekat_ Dilarang garis besar Murni cerita sendiri tanpa Ada campur cerita lain Tahap revisi..... @meesyaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines