We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
London Love Story 2

London Love Story 2

  • WpView
    Reads 63,678
  • WpVote
    Votes 893
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 8, 2018
WpInfo
Non-Fiction
"aku bersyukur, semua hari-hariku begitu berarti. Dan aku, akan tetap minta sama Tuhan untuk ambil nyawa aku satu hari sebelum tuhan ambil nyawanya. Karena, setiap detik jantungnya adalah detik berharga untuk aku." Caramel sangat bahagia. Betapa tidak, impiannya sejak kecil untuk melihat dan bermain salju, akhirnya terwujud. Karena, Dave memberinya hadiah kejutan liburan ke Swiss untuk merayakan ulang tahun Caramel. Saat akan berangkat menggunakan kereta dari stasiun St. Pancras International London menuju Swiss, tiba-tiba Dave tidak bisa berangkat bersama Caramel. Sesampainya di sana, Sam yang sudah menjemput Caramel, membawanya makan malam di sebuah restoran terbaik di kota Zurich hingga Caramel sangat terkesan. Sayangnya, kebahagiaan Caramel menikmati hari pertamanya di Swiss, terganggu karena kemunculan Gilang, seorang chef sekaligus cucu pemilik restoran di Swiss. Gilang meminta Caramel untuk menemuinya disebuah restoran. Caramel datang dan menemui Gilang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Quiet Between Us
  • Black Xmas {SoraMafu} [AtR Story]
  • 𝗔𝗠𝗕𝗔𝗟 𝗪𝗔𝗥𝗦𝗢
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Dunia Karamel (𝘌𝘕𝘋)
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Barista Sebelah
  • Fall For You (END) Terbit ✓
  • Pertemuan Singkat ( Xodiac) END ✔️
  • NOT SAME (COMPLETE)

Di kota kecil Hallstatt yang tenang, hidup Alisa mengalir seperti riak air di danau-perlahan, tanpa gejolak, tanpa perubahan besar. Ia menyukai rutinitasnya sebagai pustakawan, menikmati kesunyian, dan menemukan kenyamanan dalam kesederhanaan. Namun, rasa kosong yang tak bisa ia namakan mulai mengisi ruang-ruang di hatinya, hingga suatu hari seorang pria dengan ransel besar dan senyum lelah muncul di depannya. Gamaliel, adalah kebalikan dari Alisa. Seorang pengelana yang tak pernah menetap lama di satu tempat. Perbedaan mereka menciptakan percikan-percikan kecil, dari perdebatan ringan hingga tawa yang mencairkan dinding-dinding di antara mereka. Ketika Gama harus kembali mengembara, dan Alisa tak ingin meninggalkan kehidupannya yang tenang, pertanyaan besar mulai muncul: Haruskah pengelana menyerahkan mimpi-mimpinya demi menemani sang penyendiri? Ataukah sang penyendiri harus memaksakan dirinya untuk terus mengikuti jejak pengelana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines