Dendam Cinta

Dendam Cinta

  • WpView
    Reads 215
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 5, 2017
Aku masih mencintaimu setelah 6 tahun berlalu.Saat kita berpisah 6 tahun yang lalu itu bukan keinginanku.Dan setelah 6 tahun berlalu aku tak pernah melihatmu. Lalu sekarang kita bertemu kembali setelah begitu lama,namun tetap saja aku tak bisa melihatmu.Karena sekarang aku telah BUTA. ~Yoora Noela Aprila~ Setelah 6 tahun aku tak lagi bersamamu. Kau begitu mudah mencampakkanku.Apakah kau tahu rasa sakit itu tak pernah sembuh bahkan setelah 6 tahun berlalu.Dan sekarang aku kembali lagi.Ternyata sekarang kau tak bisa melihat.KAU BUTA.Akan ku balas semua rasa sakit yang pernah kau torehkan di hatiku. ~Tan Andrea Pratama~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • "FAKE LOVE" [[YOONMIN]]✔
  • ''' REGRET AND HOPE ''' [ SELESAI, END]  Fajri Un1ty And Member Un1ty
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Antara Teman dan Teman Hidup
  • Tak Pernah Ternilai
  • Me Before You 'MinYoon/Gs' (END)
  • Ambiguous
  • Because You..

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines