High School Memories

High School Memories

  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 23, 2017
Orang bilang, high school adalah masa yang paling menyenangkan. Punya pacar, punya girl gang, punya kegiatan super banyak, punya guru favorit, guru paling tidak terfavorit. Masa-masa inilah yang membuat kita mencari jati diri kita. Kalo kata orang sih gitu. Itulah mengapa gue (Raveena, 17 tahun) sangat excited untuk menjelajahi dunia putih abu-abu ini. Walau agak sedih sih, mengingat di jaman putih biru itu adalah masa paling ceria dan penuh prestasi..... untuk gue..... Dengan nem yang lumayan lah. Gue bisa dinilai hoki buat masuk SMA ini. Aslinya niat gue cuma satu. BELAJAR biar dapet PTN. Tapi kok, Kayaknya arah "belajar" gue ini agak mencong. Dan malah mengarah ke hal lain. Yang malah membuat gue tersesat dan semakin kesulitan dalam mencari jati diri gue yang sebenarnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nissa & Nathan (COMPLETED)
  • AURA
  • The Number You Are Trying to Reach is Not Reachable
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  •  GAME OF REVENGE ( END)
  • A L G A R I S  (Selesai)
  • RAISA

(TAHAP REVISI) Nissa adalah siswi kelas XI IPA1 yang menyukai Nathan. Teman sekelas sekaligus The Most Wanted Boy SMA Bintang Mandiri. Berbagai hinaan dan cacian yang ia dapatkan tidak dipedulikannya, karena baginya yang terpenting adalah mendapatkan cinta seorang Nathan Lamborghini Tara. Semua berjalan mulus hingga seseorang di masa lalu Nissa datang disaat saat ia sudah lelah dengan semua perjuangannya. *** "Lo itu murahan atau apa, sih? Udah berapa kali gue bilang, jangan pernah deketin gue lagi. Lo budeg atau tuli, sih?" Nathan berucap ketus seraya menatap wajah perempuan yang sedang menunduk didepannya. "Huuu," sorak siswa siswi yang berada disana. "Gue emang udah tuli gara gara lo, tapi gue bukan murahan," Nissa menjeda sebentar. "Lo bilang gue pengganggu? Gue cuma pengen dapetin hati lo, apa itu sulit?" "Tapi gue enggak suka sama lo. Lo cuma pengganggu di hidup gue," Nissa tersenyum getir. "Gue pengganggu?" tanya Nissa dengan suara bergetar. "Fine, mulai sekarang gue gabakal ganggu lo lagi." Hati Nathan terasa tidak rela mendengar itu. Ia terus menatap langkah Nissa yang berjalan semakin jauh didepannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines