FarAlgid
  • WpView
    Membaca 1,053
  • WpVote
    Vote 31
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Des 9, 2017
Dijodohin sama Manusia biadab bersorban??, Gila!yang bener aja?! Algid ganendra ardani,cowok yang gantengnya pake banget tujuh kali(banget banget banget banget banget banget banget),yang nilai tertinggi rapotnya itu cuma 6,hobynya tawuran&Godain fara,untungnyaa dia alim,rajin sholat rajin ngaji,kalo malam minggu selalu di masjid jadi masih ada hot hotnya gitu. Faranisa Fredella,cewek cantik dari tanah sunda,pintar yang kelewat pintar,ceria,berbakat,humoris,penyayang,dan.. Galak,sholatnya masih bolong bolong,ngajinya kalo inget,paling benci sama cowok bernama Algid. "kamu kapan mau nikah?,mau jadi perawan tua?!"cibir sang mamah kepada fara fara memutar bolamatanya malas,lagi lagi mamahnya membahas perihal pernikahan,hal yang bahkan tidak pernah ia bayangkan seumur hidupnya "yaudah deh,terserah mamah aja mau jodohin aku sama siapa,yang penting aku nikah"jawabnya "oke,besok kita kerumah tante fiona"tegas sang mamah fara membulatkan matanya kaget, "hah?!ngapain mah?" "jodohin kamu sama algid laahh"jawab sang mamah enteng Fara tenganga ditempatnya mendengar ucapan sang mamah gak salah nih?dirinya dijodohkan dengan seorang badboy yang masa depannya amburadul?? "Yatuhaannn,gak mungkin dia jodohku!!"pekiknyaa
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#285
mariage
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Sailing With You [END]
  • Dijodohkan dengan Adik Suamiku
  • Discovery Of Love (Completed)
  • About Fadlan
  • THE SECRET RELATIONSHIP
  • 20. Pamanku Brondong Mesum (FIN)
  • GANENDRA(Tahap revisi) ✅
  • GILANG ABRAHAM
  • MetamorfoSoul

Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan