We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Fake Nerd Girl and Badboy

Fake Nerd Girl and Badboy

  • WpView
    Reads 5,662
  • WpVote
    Votes 225
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 5, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Bosan satu kata yang cocok untuk gadis cantik yang bernama Stefanie Clara Barron dengan hidup nya yang selalu dipenuhi dengan kemewahan, ketenaran, popularitas, dan selalu disorot oleh banyak publik. Dia sungguh sangat bosan dengan itu semua dia hanya ingin hidup tenang tanpa ada sorotan dari publik. Yup dia adalah anak dari pengusaha terkaya didunia yang menduduki posisi pertama dan karena itu hidupnya selalu disorot oleh banyak publik dan kerena itu juga dia banyak memiliki fake friend yang hanya memanfaatkan kekayaannya dan popularitasnya. Hingga pada akhirnya dia menyamar menjadi seorang gadis nerd karena mendapat sebuah misi dari ayahnya karena disekolahnya terjadi sedikit masalah, dan juga selama dia menjadi nerd dia ingin mendapat kan real friend not fake friend yang hanya ingin menguasai hartanya saja atau hanya ingin mendapatakan ketenarannya dia ingin memiliki teman teman yang bener bener real not fake.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fake Nerd Girl (END)
  • Fake Nerd Is Leader Mafia (TELAH TERBIT)
  • Fake Nerd and Ketos Rese {REPUBLISH}
  • ASMARALOKA || Love or Reality?
  • STELLA (On Going)
  • CINTA SEPIHAK [TERBIT]
  • Dalta & Farka
  • THE POPULARITY
  • Fake Nerd

Elica gadis cantik yang bosan hidup tenar, teman palsu, cinta palsu, ia lelah hidup dengan orang palsu. Hingga suatu hari ia pindah ke SMA Surun Webder menjelma sebagai Nerd. Rambutnya dikepang dua, baju kebesaran, kacamata bulat. Lengkap sudah penampilannya. Kalau kata orang rumah, ia kurang kerjaan. Namun, siapa tahu mulai dari sini ia bisa mendapatkan sahabat dan tentu saja cinta sejati. Yah, walau butuh sakit-sakit dahulu, ia terima demi bahagia. Masalahnya, apa bahagia segampang itu didapatkan? Bagaimana kalau ekspetasinya untuk sebuah kalimat sakit-sakit dahulu belum seberapa dengan kenyataan di depan sana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines