Hidden Feelings

Hidden Feelings

  • WpView
    Reads 1,602
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 14, 2019
Tidak semua perasaan bisa diungkap, tidak semua senyum berarti bahagia, dan tidak semua diam tandanya tidak peduli. Terkadang, kita hanya terlalu lelah untuk mengeluarkan air mata. Atau sudah terbiasa sampai menganggap hal menyakitkan itu menjadi wajar. Tapi percayalah, yang namanya memendam itu selalu menyesakkan. Ini bukan hanya tentang patah hati, tapi lebih dari itu. - Hidden Feelings - Note: hanya kumpulan cerita dari orang-orang yang selalu mengungkapkan rasanya dalam diam. Silakan dibaca, siapa tau kisah mereka ada yang sama dengan kisah kamu. Cover by @prlstuvwxyz Happy reading!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • SEWINDU
  • FRIENDzone (Completed)
  • DiaNda (END)
  • MAHENDRA
  • Mencintaimu Diam Diam [ON MY OWN]
  • Semu [Completed]
  • -Silent Love- TS(2) SUDAH TERBIT
  • Another Side ¦ Book 1 Of 2✔
  • Fifa Story [END] ✔

Bagaimana jika perasaan itu tumbuh tanpa izin, hadir tanpa undangan, dan tinggal terlalu lama dalam hati yang tak pernah disapa? Ini adalah kisah tentang mencintai dalam diam. Tentang seseorang yang tidak pernah diminta untuk datang, tapi jadi alasan untuk bertahan. Harapan yang disimpan rapi di pojok hati, tak pernah diminta untuk dibalas, hanya ingin dimengerti. "Jauh. Esok nanti atau selamanya" bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa-tentang perjuangan tanpa jaminan, tentang kehilangan tanpa kata, tentang kecewa yang tak terucapkan, dan tentang harapan yang tetap tumbuh meski tahu ia tak akan pernah dipetik. Jika kamu pernah berharap pada seseorang yang bahkan tak tahu kamu ada, mungkin cerita ini adalah tentangmu juga. Karena mencintai yang paling tulus, kadang justru tak perlu memiliki-cukup mengikhlaskan, dan diam-diam mendoakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines