Between Us and Inside My Heart

Between Us and Inside My Heart

  • WpView
    Membaca 1,380
  • WpVote
    Vote 136
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Des 30, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
Jika dia mahramku mengapa aku ditakdirkan untuk mencintainya? Jika semesta memang sedang bercanda, maka waktu adalah dalang dibalik semuanya. Jika yang dicintai tak dapat digenggam, maka cara terbaik adalah melepaskan, merelakan, dan mengikhlaskannya pergi. Aku ingin pergi, tapi tak bisa karena aku tak sanggup karena itu tak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Tuhan, kumohon putarkanlah kembali waktu dan beri aku kesempatan yang kedua kalinya untuk memperbaiki semuanya. Jika boleh, aku ingin memulai semuanya dan mengenal ia sewajarnya layaknya adik-kakak yang saling menyayangi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Remember?
  • WITHOUT ME [ON GOING]
  • <3 Sepanjang Hidup <3
  • We're destined to met, not to united.
  • Diary Zofanya
  • Cahaya Dirimu
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • Verronica (COMPLETED)
  • Regrets of Love

"Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab, bagaimana caranya ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/22]

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan