Complementary Heart

Complementary Heart

  • WpView
    Reads 21,502
  • WpVote
    Votes 5,423
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 27, 2018
Aku baru menyadari bahwa kehadiran seseorang akan membawaku pada sebuah kenangan lama. Hidup yang biasanya monoton, perlahan mulai berubah, bersamaan dengan datangnya seseorang itu. Bukan karena seseorang itu mengubah keadaan. Hanya saja, kejadian yang menyakitkan dan terlupakan perlahan mulai terbuka bersamaan dengan aku yang terus membuka diri pada seseorang itu. Awalnya memang berat, bahkan terasa menyakitkan. Saat hal yang aku lupakan ternyata adalah hal yang teramat penting dalam hidupku. Tapi aku sadar, jika kamu terus bersamaku, mungkin hati yang terluka ini perlahan akan membaik. Bersamaan dengan kamu yang selalu menjadi Pelengkap Hati. Cover by GinaHerma
All Rights Reserved
#66
victor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Asmara Jingga (Tamat)
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Mahligai Sunyi
  • Narasi patah hati
  • Go Away [Completed]
  • Senja Yang Tak Kembali
  • Hanya Ini Yang KuPunya
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Hug me! (my lady)

Tidak peduli sebanyak apa pun usaha yang kukerahkan agar dicintai dan bisa diterima oleh keluarga maupun orang yang kukasihi, hanya berbuah pengkhianatan dan kepahitan. Bahkan hingga di ujung napas terakhirku, segalanya pun semakin jelas bahwa aku tidak pernah dijadikan sebagai salah satu bagian dalam kehidupan mereka. Kematian datang, menjemput, dan membawaku pergi. Namun, kematian pulalah yang memilih melemparku ke raga wanita bernama Asmara. Asmara tidak sepertiku. Dia memiliki orangtua pengasih dan seorang suami pilihan. Namun, baginya tidak ada yang lebih penting daripada mengakhiri hidup karena tidak bersama dengan pria pilihan hati. Tepat pada detik jiwa Asmara lenyap, aku pun menggantikan posisinya. Kesempatan hidup kali ini aku berjanji kepada diri sendiri akan mengutamakan kebahagiaan di atas apa pun! Akan tetapi, takdir tetap memaksaku bertemu dengan masa lalu. Menghadapi orang-orang yang menyebabkanku tewas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines