LIFE
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 24, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Short story berbagai hal yang berkaitan tentang kehidupan. Kehidupan itu seperti sungai. Jika kita pandangi itu sangatlah indah dan tenang. Dan jika kita ingin mengarunginya, itu pasti sangatlah mudah. Tapi, benarkah semudah itu? Bagaimana jika kita tersadung bebatuan? Bagaimana jika mendadak hari mendung dan terjadi badai? Bagaimana jika berbagai macam hal yang tidak di inginkan menerpa kita? Masih bisa kah kita mengarunginya dan mencapai tujuan kita? It's impossible but POSSIBLE Tentu saja itu sangat mungkin. Bagaimana caranya? Dengan tersenyum dan mencari solusi lalu capailah tujuan itu. Bukan dengan berkeluh kesan dan menyebabkan kita terjebak pada kesengsaraan. Always Smile and be Happy^^ Selamat membaca^^
All Rights Reserved
#91
aboutlife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • []SEGIEMPAT KEHIDUPAN[]
  • Let Me Love You Longer
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Hanya Saja
  • Our Times (Completed)
  •  ANATHA
  • Semu [Completed]
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines