ALFA
  • WpView
    Reads 6,590
  • WpVote
    Votes 282
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Fri, May 1, 2020
Apa pengakuan mu setelah ini? Menyerah Atau bertahan? "Lo mau gak jadi pacar gue? Bantu gue buat lupa sama dia, buat gue jatuh cinta sama lo hel" -ALFA. "Iya gue mau, tapi atas alasan apa? " -Rachel. "Karna gue butuh lu " Tapi bagaimana jika saat semua sudah terjalin, masalah yang tidak inggin mereka hadapi atau pengakuan yang akan terpaksa terungkap harus mereka hadapi? Bertahan atau menyerah? Memang nya salah? Jika wanita seperti Rachel mencintai pria yang bersifat dingin, pendiam, masa bodoan bahkan selalu menutup hati nya untuk wanita lain? Apakah rachel mampu membuat Alfa mencintai nya? Writer Annisa Luthfia
All Rights Reserved
#51
cowodingin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AdeRa [End]
  • Impressed [Completed]
  • ZeiAnya
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • SLS [1] My ice boy
  • Cewek Cuek [Completed]
  • The Cool BadBoy (REVISI)
  • Cupu And BadBoy (On Going)
  • AYKA
  • My Popular Husband [SUDAH TERBIT]

"Siapa cewek yang paling lo sayangi? awas aja kalo lo jawab 'bunda' lagi," "Rexa," Sial. Gara-gara keinget perkataan Altaf kok aku jadi aneh gini? Sebenernya wajar sih aku kan sahabatnya dari kecil sering kemana-mana bareng jadi ya normal-normal aja kalo dia sayang aku. Kenapa juga perasaanku ikutan berubah? Kenapa aku jadi berharap yang enggak-enggak. Aku jadi sering kepikiran, apa aku pantes buat dia maksudku lebih dari sekedar sahabat. Apa dia cocok buat aku? Apa aku..? Argh.. bisa gila aku lama-lama. Dan sialnya lagi jantung aku kaya ikutan marathon kalo lagi di deket dia. Perasaan dulu gak pernah deh, ni jantung kalem-kalem aja. Apa aku lagi sakit ya makanya gini? Yang gue takutin itu kalo aku suka sama Al. Bukan rasa suka sebagai sahabat yang semestinya atau sekedar perasaan sayang antara temen sama temen. Aih, takutnya dia ketawa kalo aku cerita soal ini. Dulu aku bisa membantah jika aku gak bakal suka dia dengan gampang. Sekarang, alih-alih membantah mengubur rasa itu pun aku tak bisa. No, pokoknya aku gak mau mengakui perasaanku. Oke. Kalo gini aku harus antisipasi, mundur dikit lah. Minimal membatasi diri takutnya kelewatan. Pura-pura gak liat. Pura-pura gak peduli. Gak mungkin kan aku suka sahabat sendiri? Ya, pastinya. Apalagi sekarang Al udah punya Ara. [Cerita ini diikutsertakan dalam WWC2020] Sumber Cover : Pinterest (Adrianne)

More details
WpActionLinkContent Guidelines