Utara vs Selatan

Utara vs Selatan

  • WpView
    LECTURAS 507
  • WpVote
    Votos 29
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jul 2, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
-Kenapa mantan harus jadi musuh? Utara dan Selatan adalah dua insan yang pernah saling mencintai, tapi sekarang malah saling membenci. Roda kehidupan seakan membuat mereka selalu saling mencaci. kebencian Selatan pada Utara akankah berakhir bahagia? atau malah kembali terluka? -Utara- Balikan sama mantan tu gak guna! buang-buang waktu dan uang saja! -Selatan- Balikan sama mantan itu, kayak baca novel yang udah pernah dibaca! udah tau endingnya gimana.
Todos los derechos reservados
#11
mantankekasih
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • YOU
  • Enemy To Love [END]
  • ℙ𝕖𝕣𝕛𝕠𝕕𝕠𝕙𝕒𝕟 𝕎𝕚𝕥𝕙 𝔼𝕟𝕖𝕞𝕪 (End)✔
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • Jangan Pergi Untuk Kembali
  • sorry (COMPLETE✔✔)
  • If Tomorrow We Meet
  • Hi Mantan
  • Lelaki Pilihan (Selesai)
  • Secundo (TAMAT)
YOU

Cerita lepas tidak dari sequel manapun ⚠⚠⚠ MENGANDUNG UNSUR DEWASA DAN KEKERASAN. 19+ Malam Biru Kanandrea Bertemu kamu adalah hal yang tak pernah aku duga, apalagi untuk dicintai lelaki seperti kamu yang tak pernah aku bayangkan. Beribu rasa sakit hati, amarah, kekecewaan semuanya bercampur menjadi satu. Tapi aku tak pernah sadar, jika diam-diam aku mencintai kamu. Namun saat aku sadar, semuanya sudah berakhir. Kamu pergi, kamu menghilang disaat aku tahu alasanmu sebenarnya. Akas Delvin Baruna Menunggumu di tempat yang sama membuatku lelah, mengagumimu diam-diam tanpa berani kuungkapkan cinta membuatku tahu bagaimana arti dari menunggu. Sebab kamu tak akan pernah tahu seberapa sakitnya aku melihatmu dengannya, aku hancur. Apalagi saat aku tahu dia ingin melukaimu, aku tak tega Sayang. Tapi kamu tahu? Perasaan cinta ini seiring dengan kebencianku padamu. Aku harap kamu akan mengerti suatu saat nanti. Sering aku bertanya pada sang Waktu, kenapa aku begitu mencintaimu? Kenapa? Padahal kamulah alasanku menderita selama ini. Tapi kenapa? Kenapa kamu tak pernah sadar jika rasa cintaku itu hanya untuk kamu? Kamu membenciku, kamu membuatku berlaku kasar padamu padahal aku tak ingin. Apakah kamu lebih bahagia jika kulepaskan? Maka pergilah, pergilah sejauh yang kamu bisa. Aku tak akan mengejarmu lagi. ©copyright_2019

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido