BETHA
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Tuh kan gue kalah!!" Betha melempar kartu UNO yang masih tersisa di tangannya. "Awas lo ya kalo yang aneh-aneh." Betha memincingkan matanya dan melihat ketiga sahabatnya secara bergantian. Gama hanya mengacungkan jempolnya sedangkan Delta dan Alfa mulai memikirkan apa yang harus Betha lakukan. Tak lama, ketiga cowok itu membuat lingkaran kecil meninggalkan Betha yang menunggu dengan cemas. "Oke." Delta membuka suara dan melihat Betha lurus-lurus sedangkan Alfa dengan ketengilannya tersenyum jahil. Begitu juga dengan Gama. Delta berdehem, " Lo deketin Juno."
All Rights Reserved
#451
lovehate
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARIN
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • After J (Complete)
  • Sayang
  • ALAN ✔
  • No Longer Mate
  • AL AL GANG [Complicated]
  • Ali Arkhan
  • Friendship -Completed-
ARIN

"kita putus!! "kata arka sambil menunjuk karin. Semua yang berdiri dismping kanan kiri mereka semua terkejut, dan tercengang apa yg dikatakan arkan Karin hanya diam dan bumkan mendengar kan pertuturan arkan Sampai akhirnya ia buka suara"kenapa?,alasan nya apa? "air mata karin kini sudah menetes,baru kali ini karin menangisi lelaki seperti ini. "loh tuh, cuma barng taruhan diaa!!!mana mungkin ia suka sama lo,dia juga udh punya pacar,dia pacarin lo karna dia gakmau mobil+motornya ilang"tutur farhah membuat semua yang ditengh lapangan tmbah kaget. Karin hanya bisa menahan malu, kecewa, sedih, marah, merasa bodoh kini semua nya berada di dia,semuanya,ingin sekali ia membunuh arkan sekarang, tpi ia mash ingat,klau bunuh orng akan msuk penjara. "selamat!!!,loh udah menang arkan, lo berhasil, sekali lagi selamat gue ucpin buat lo, selamat,semoga karma cepet dtang ke elo!!!! "ucap karin sambil menangis, dan langsung pergi meninggal kan lapangan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines