My First Roses

My First Roses

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 25, 2017
"Tidak, kamu tidak mengerti". "Aku tahu, aku selalu tidak mengerti tentang kamu. Aku selalu salah, aku bodoh, aku ceroboh, dan a-aku", ucap gadis itu yang terduduk lemas dengan air mata yang keluar membasahi pipinya. "A-aku egois, aku hanya menginginkan kamu, aku tidak mau kamu pergi dengan yang lain", lanjut gadis itu. "Rosse?", pria itu langsung berjalan mendekati gadis yang berada didepannya, dan langsung mendekapnya dalam pelukkan, "maafkan aku, Rosse". "Rosse, aku tidak bisa melakukan apapun. Ini keputusan orang tua ku". "Dearil? Aku tidak mau kehilangan kamu untuk selamanya. Aku mencintaimu." Ucap Rosse yang masih menangis dalam pelukkan Dearil. "Aku juga mencintaimu, Rosse. Gak ada yang bisa menggantikan posisimu dihatiku, karna kamu adalah My First Rose". Dearil melepaskan pelukkannya dan melangkah pergi meninggalkan Rosse sendirian di taman dengan air mata.
All Rights Reserved
#1
ivanmartinez
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Plot Twist - Hartono's Fam [END]
  • Birulova
  • My Famous Boyfriend [Completed]
  • Mantan Terindah
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Backstreet: Life After Breaking Up
  • LOVE REVOLUTION || JENRINA
  • PILIHAN
  • Sempiternal ✔️ [TERBIT]
  • JANUS

Pacaran - Menikah - Punya Anak - Happily Ever After Oh! Hanya itu yang di inginkan Rajendra Malik Hartono -Malik- tapi sayang beribu sayang, dia hanya sampai di tahap Menikah dan semuanya menjadi sia-sia. Galau? Sudah pasti Gagal moveon? Iya, lah! Bahkan setelah 5 tahun berlalu setelah perceraian Malik masih tidak bisa menghapus Saralee dari ingatannya. Tapi bagaimana jika perempuan itu kembali datang dan mengguncang hidupnya? --- Malik terdiam melihat wanita di depannya hancur, dia mendekat hendak memeluknya. "Don't! Don't ever touch me!" "Honey, please.. beri aku kesempatan ya? Ini hanya kesalah pahaman" "Salah paham dari mana, Mas?" Teriak Saralee. "You always talk for me to letting you go, but what about letting go of the future? Our future? We planned so tightly, our future?" "Our future was gone when you got in touch with that woman, aku gak tahu kapan ini semua di mulai sampai kamu berani membawa wanita itu ke rumah kita! Ke kamar kita mas!" "Enough! I'm not in my best mental health right now. Life is so full of burdens and pressures that I no longer find my favorite things exciting. Lately, I haven't asked for much. I woke up every day wanting and hoping to be okay. So please let me go! If you still love me please let me go. Menikah sama kamu adalah sebuah kesalahan untukku, I just want to kill myself so I never felt this pain.. please Mas, Please let me go" Telak! Kalimat terakhir itu benar-benar membuat Malik hancur, dia tidak bisa melihat istrinya kesakitan seperti ini, jadi Malik memutuskan untuk merelakannya saja. "Oke.." Malik memejamkan matanya sambil memijat pelipisnya. ".. oke aku akan kabulkan mau kamu"

More details
WpActionLinkContent Guidelines