My First Roses

My First Roses

  • WpView
    LETTURE 73
  • WpVote
    Voti 19
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadCompleta mar, lug 25, 2017
"Tidak, kamu tidak mengerti". "Aku tahu, aku selalu tidak mengerti tentang kamu. Aku selalu salah, aku bodoh, aku ceroboh, dan a-aku", ucap gadis itu yang terduduk lemas dengan air mata yang keluar membasahi pipinya. "A-aku egois, aku hanya menginginkan kamu, aku tidak mau kamu pergi dengan yang lain", lanjut gadis itu. "Rosse?", pria itu langsung berjalan mendekati gadis yang berada didepannya, dan langsung mendekapnya dalam pelukkan, "maafkan aku, Rosse". "Rosse, aku tidak bisa melakukan apapun. Ini keputusan orang tua ku". "Dearil? Aku tidak mau kehilangan kamu untuk selamanya. Aku mencintaimu." Ucap Rosse yang masih menangis dalam pelukkan Dearil. "Aku juga mencintaimu, Rosse. Gak ada yang bisa menggantikan posisimu dihatiku, karna kamu adalah My First Rose". Dearil melepaskan pelukkannya dan melangkah pergi meninggalkan Rosse sendirian di taman dengan air mata.
Tutti i diritti riservati
#2
jordynjones
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Birulova
  • Give me a chance with him
  • Plot Twist - Hartono's Fam
  • The Time That I Loved You -> K.J.I
  • Aerilyn
  • Backstreet: Life After Breaking Up
  • MORALLESS
  • Pelakor? Yes, I'm!
  • Mantan Terindah
  • MALAM(MALA & ILHAM)
Birulova

(Selesai) "Waktu kita mendaki bareng gue banyak belajar. Di sini gue nemenin lo dari pagi buta jalan bareng di bawah langit biru tanpa mengeluh ketika gue banjir sama peluh. Di sana, di puncak, kalau pada akhirnya lo lebih milih bersama orang lain yang menurut lo pantas menikmati matahari tenggelam dan menutup hari bersama lo, gue juga nggak akan ngeluh. Itu hak lo, buat gue perjalanan sama lo di bawah langit biru lebih indah ketimbang hanya memandang jingganya langit yang kemudian hilang." - Dealova Priscanara "Gue selalu mencoba jadi yang terbaik meskipun gue harus mengorbankan diri gue sendiri demi hal itu. Gue rela lo cap dengan sapaan paling hina selama lo nggak sentuh orang-orang di sekitar gue. Saat dituding sebegitunya gue kadang mikir seberapa sempurna lo sampai nyacat orang lain." - Padmana Biru Abimanyu "Gue butuh lo karena gue nggak perlu banyak cerita tapi lo sudah paham. Gue hanya menatap dan yang lo lakuin setelahnya adalah menetap. Gue selalu mengawali semuanya dengan gagap dan saat itu lo bakal merengkuh gue dengan segala harap." - Arthur Bayu Wisanggeni

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti