Semesta Tanpa Batas (OPEN PO)

Semesta Tanpa Batas (OPEN PO)

  • WpView
    Reads 67,942
  • WpVote
    Votes 3,916
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadComplete Mon, Oct 18, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[SEDANG OPEN PO DI IG: @eh.publisher) Dari awal mimpi sederhana Velia sudah dibatasi dengan pengkotak-kotakan yang dibuat oleh banyak orang. Mungkin mereka menganggap mimpinya terlalu sepele jika dibandingkan dengan mimpi mereka yang terdengar begitu kompleks. Pembatasan atas semestanya membuat Velia jadi tidak memercayai mimpinya lagi. Ia merasa kecil. Tidak hebat. Namun beberapa manusia masuk ke dalam buku ceritanya, mengisi lembaran kosong yang masih ada. Mereka menyadarkan betapa berharga mimpinya, semestanya. Semesta yang tak mungkin bisa dibatasi. Lantas, sekarang mengapa manusia berusaha untuk membatasinya? Mengecilkan mimpi seseorang tidak akan membuat mimpinya terdengar lebih hebat, bukan?
All Rights Reserved
#916
harapan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • VIOLAND [TERBIT]
  • Andira [End]
  • Kamu
  • 7 Seconds
  • Reynandhita
  • JUST BE MINE [END]
  • Pelangi setelah hujan
  • The Heiress Trap (END)
  • A.M.O.R.A [ TERBIT ]
  • JAM 3 SORE

[BEBERAPA PART DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN] * Hidup yang penuh tantangan karena kedua orang tuanya sudah pergi meninggalkan Violin Shakila sejak ia menduduki bangku SMP. Bermodalkan nekat, ia tetap berjuang melanjutkan hidup sebatang kara. Ia ingin mewujudkan impian kedua orang tuanya. Bekerja seakan menjadi kewajiban agar tetap hidup tanpa kedua orang tua. Hidup Violin tersusun rapi tanpa ada keluh yang terucap. Perempuan yang kerap disapa Violin mampu menyihir banyak lelaki yang mendekatinya. Terlalu banyak sampai Violin memilih seseorang yang paling pantas untuknya. Seorang lelaki yang membantunya bisa sembuh dari penyakit yang ia derita. Perjuangan untuk sembuh dari penyakit itu, membuat lelaki itu ikut berjuang juga untuk mendapatkan hati Violin dengan sulit. "Dunia itu susah untuk dikejar. Padahal aku nggak mageran! Apalagi mereka yang mageran, apa kata dunianya?" Bertahun-tahun, Violin sama sekali tidak menunggu akan hadirnya sosok lelaki baik, berhati buaya darat. "Sudah terlanjur dekat, terlanjur jatuh. Tinggal tancap gas menuju ke pelaminan." Ternyata hidup yang dibayangkan olehnya tidak selancar dulu, banyak hambatan yang harus disingkirkan. Hidup yang dulu indah, kini berubah menjadi sampah. Akan kah Violin masih terus melanjutkan perjuangannya sebagai seorang sarjana tanpa hadirnya? Atau berhenti sebagai mahasiswi pecundang? "Ingat, aku hanya mau kita melangkah bersama-sama sampai akhir! Aku, kamu dan keluarga kita!" ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines