Keep Being You ..

Keep Being You ..

  • WpView
    Reads 7,651
  • WpVote
    Votes 898
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 16, 2019
Bisakah kita tetap seperti ini ? Bahkan aku tidak bisa mengerti dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi. Yang aku tahu, aku hanya tidak ingin kehilanganmu. Dan yang aku mengerti, bahwa kamu selalu ada untukku. Bukankah yang ada tak perlu alasan untuk tetap bertahan ? Teman. Kau tahu ? Kata itu seperti jurang pemisah antara aku dan rasa. ©Lilis Risna
All Rights Reserved
#97
jadine
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Kepada sang pencipta rindu
  • You are in my past and my future [END]
  • About Secret Admirer #Wattys2017
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • ᑲіᥒ𝗍ᥲᥒg уᥲᥒg mᥱᥒᥙᥒggᥙ sᥱ᥆rᥲᥒg ᑲᥙᥣᥲᥒ
  • [2] Asa dalam Rasa | ✔
  • [END] Blind Rainbow
  • Rindu yang berjarak
  • Believe

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines