Story cover for (UN)AVOIDABLE by Gioiello_Elegante
(UN)AVOIDABLE
  • WpView
    MGA BUMASA 8
  • WpVote
    Mga Boto 1
  • WpPart
    Mga Parte 4
  • WpView
    MGA BUMASA 8
  • WpVote
    Mga Boto 1
  • WpPart
    Mga Parte 4
Ongoing, Unang na-publish Jul 22, 2017
Mature
Sinopsis :

Gland harus mencari cara untuk meyakinkan kekasihnya yang baru saja ia putuskan. Hingga ia bertemu dengan teman lamanya di sebuah bar dan menciumnya secara tiba-tiba. Di hari pertama itu juga ia memutuskan untuk menghindari wanita itu dan berharap bahwa dirinya tidak akan bertatap muka lagi dengan wanita yang sudah menyelamatkannya dari sang kekasih. Tapi kemudian, ia mengetahui bahwa ada sekeping hatinya yang hilang dan ia harus mencari kepingan itu. Dan ia mendapati kepingan hatinya pada teman lama yang sudah ia hindari sejak hari di mana mereka bertemu lagi. Namun, tiba-tiba saja istana hidupnya runtuh seketika karena ia menyadari bahwa wanita itu telah bertunangan dengan seorang dancer tampan yang amat terkenal yang juga merupakan saudara sepupunya sendiri.
All Rights Reserved
Sign up to add (UN)AVOIDABLE to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Namanya Intan (TAMAT) ni PakBin23
30 parte Kumpleto
​Rahman telah menemukan kedamaian, dan nama kedamaian itu adalah Intan. Ia adalah jangkar yang menahan Rahman dari masa lalu gelapnya. Perjuangan Rahman untuk mendapatkan Intan sangat luar biasa, karena Rahman selalu terlihat grogi dan mati kutu ketika harus berhadapan dengan Intan. Meski begitu, Rahman tetap menjalani hari dengan kedamaian. Namun, kedamaian itu berumur pendek. ​Sosok misterius-dibantu oleh seorang penguasa underground sekolah, Bobby-muncul membawa sebuah dendam yang sekaligus mengancam keselamatan Ibu Rahman. ​Terpojok dan tidak berdaya, Rahman dipaksa membuat pilihan paling kejam: Memasang topeng pengkhianat dan menghancurkan hati Intan. Ia harus mengucapkan kata-kata perpisahan yang dingin, menjauhkan Intan dari bahaya, meskipun itu berarti kehilangan satu-satunya sumber cahayanya. ​"Aku sudah bosan! Kamu terlalu baik! Aku tidak suka! ​Kini, ia hidup dalam kesendirian, dibenci oleh orang yang paling ia cintai. ​Namun, permainan itu meningkat drastis ketika Intan diculik. ​Rahman harus berpacu dengan waktu menuju gedung tua yang sunyi, siap bertarung sendirian. Tetapi, kejutan pahit menantinya: Pertarungan ini tidak hanya melawannya Bobby, tetapi juga melawan orang-orang yang ia lihat setiap hari. ​Siapakah wajah-wajah yang berbalik menusuknya? ​Dipaksa bertarung di tengah pengkhianatan yang tak terbayangkan dan dibantu oleh sahabat-sahabat yang ternyata menyimpan rahasia besar, Rahman harus berjuang demi membebaskan Intan. ​Mampukah cinta mereka bertahan dari pengkhianatan yang dipaksakan? Dan mungkinkah ancaman Bobby tentang Ibunya bukan sekadar gertakan, melainkan kunci dari konspirasi yang jauh lebih besar? ​Temukan jawabannya di setiap halaman, sebelum rahasia itu menghancurkan segalanya. (Lanjutan cerita ini akan di upload setiap hari sepulang kerja 😅🤣 sekitar Ba'da Ashar, jangan sampai ketinggalan)
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
Boleh Aku Gandeng Tanganmu Nanti? cover
VINOKYLA  cover
The Pain Is Genuine  cover
Namanya Intan (TAMAT) cover
Volume Cinta cover
Bukan Lagi yg Pertama  cover
Love Life Friendship cover
Ti amo : Kamu Dan Cinta [SELESAI] cover
Senja Yang Sunyi  cover
Transient (TERBIT) cover

Boleh Aku Gandeng Tanganmu Nanti?

10 parte Kumpleto

Di bawah langit senja dan cahaya temaram lampu teras, dua remaja pemalu belajar menemukan suara mereka-satu kata pelan, satu senyum diam, satu keberanian kecil yang tumbuh menjadi pengakuan. Alarik tak pernah menyangka bahwa keheningan Elina adalah hal paling nyaring yang pernah mengusik hatinya. Elina pun tak tahu bahwa seseorang bisa hadir begitu dekat, bahkan saat tak satu kata pun terucap. Saat kata "boleh" menjadi jawaban dari banyak hal yang tak sempat ditanyakan, keduanya tahu: ini bukan sekadar kebetulan. Cerita tentang pertemuan yang pelan, hubungan yang tumbuh dalam diam, dan cinta pertama yang sederhana namun tak terlupa.