Moments
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 23, 2017
Hanya sebuah kebersamaan yang singkat namun entah bagaimana bisa mencuri cinta yang dimiliki oleh dua orang yang masing-masing telah memiliki kekasih. Dia gadis sederhana dengan senyum secerah mentari. Melihat binar matanya, entah bagaimana sudah mampu membuat saya tersenyum. Melihat senyumnya, entah bagaimana mampu membuat saya menjadi semangat. Gadis sederhana yang baru saya kenal beberapa minggu, dalam satu malam yang singkat mampu mencuri cinta yang saya jaga selama bertahun-tahun untuk Clara kekasih saya. - Lucas Andrew Dia senior yang baru-baru ini saja terlihat aktif dalam kegitan di organisasi ini. Panitia cowok yang paling ganteng. Panitia cowok yang membuat banyak panitia cewek naksir sama dia. Tapi nggak untuk aku! Dia emang ganteng, banget! Tapi hati aku udah ada yang punya! Meski dia lebih ganteng dari Samuel ku. Ya meski setelah satu malam yang tanpa sengaja kami lewati bersama mampu membuat hatiku terasa kosong tanpa dia, tapi tetap saja, hati aku cuman untuk Samuel. Hanya Samuel! - Amanda Cassie
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jejak Kenangan di Masa MPLS
  • Masuk Kedalam Komik BL [END]
  • My Duchess / End
  • My mate is my little friend
  • Tentang Kamu (TAMAT)
  • [BL] Sudden Omega
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Senyum dan Usaha : Kisah Kita

Jangan lupaa follow and votee yaa guyss💫 Semuanya bermula dari masa MPLS. Clarissa dan Zayn dipertemukan lewat ajakan sederhana "Collab jj berdua," Nggak ada yang aneh waktu itu-hanya dua orang yang saling bantu. Tapi dari kebiasaan kecil itu, tumbuh perasaan yang nggak direncanakan. Mereka mulai saling cari, saling tunggu, sampai akhirnya... saling jatuh hati. Zayn bukan tipe yang romantis, tapi ucapannya waktu itu cukup bikin Clarissa terdiam. "Kita HTS, ya?" Tanpa status, tanpa janji, tapi dengan rasa yang tumbuh setiap hari. Mereka tahu, ini hubungan yang rapuh. Dan benar saja-semuanya runtuh saat razia sekolah menuntut mereka 'putus' saat itu juga. Malamnya, Clarissa hanya bisa menatap layar ponselnya kosong, membaca pesan terakhir dari Zayn: "Kita cukup sampai sini aja, ya." Sejak malam itu, Clarissa mengerti. Nggak semua perasaan bisa dipertahankan, dan nggak semua kedekatan harus diartikan lebih. Mungkin... memang seharusnya mereka hanya teman. Nggak usah bawa perasaan ke dalam pertemanan yang harusnya ringan. Tapi kenapa ya, hal yang katanya ringan itu... justru ninggalin luka paling berat? Mereka mulai asing, seperti dua orang yang tak pernah saling mengenal. Tapi jauh di dalam hati, baik Clarissa maupun Zayn tahu... mereka masih saling mengingat. Masih hafal jam tidur satu sama lain, tahu kapan biasanya lapar, tahu siapa yang dulu suka pakai jaket merah. Dan satu-satunya cara mereka tahu kabar masing-masing sekarang... cuma dari streak api yang tetap nyala setiap hari. Bukan karena mau ngobrol, tapi karena diam-diam mereka belum siap benar-benar kehilangan. Karena pada akhirnya, perasaan yang tidak pernah tersampaikan akan selalu tinggal dalam diam. Dan dalam diam itu, mereka menyimpan segalanya-rasa yang belum selesai, dan kenangan yang tak bisa diulang. Seolah berkata, "130," seperti kode kecil yang hanya mereka berdua yang tahu: aku masih sayang, tapi aku gak bisa bilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines