We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
MENCINTAI DALAM DO'A

MENCINTAI DALAM DO'A

  • WpView
    Reads 61,000
  • WpVote
    Votes 3,509
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 22, 2018
WpInfo
Fiction
Social Themes
Dua tahun yang lalu lelaki itu menikah dengan perempuan lain dan meninggalkan luka, trauma hingga aku tak berani jatuh cinta. Usiaku sudah 29tahun orang tua ku terus mendesak untuk aku segera menikah. Setelah sekian lama laki-laki itu datang lagi menyerit ku kedalam luka yang semakin dalam dengan persoalan rumah tangganya, memaksa ku untuk menjadi istri ke dua nya. Sungguh aku masih mencintai nya. Ada kah lelaki sholehah diluar sana yang sedang diam-diam mendo'a kan ku. Ada kah lelaki solehah yang sedang mencari ku dalam setiap do'a nya agar aku tak harus membagi cinta dengan perempuan lain.
All Rights Reserved
#44
humaira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Di Antara Kita (END)
  • Cintaku Hanya Untukmu Istriku
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Serial Me & My Heart 1 : DIANDRA ( COMPLETED )
  • Ikhtiar Menjemput Cinta [REVISI + END]
  • How Dare I
  • Sudahkah Kau Cinta Padaku
  • Marriage Miracle [END]
  • Dearest Mai (Insya Allah akan dinovelkan, beberapa bab Unpublished]

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines