RAJUT KENANGAN

RAJUT KENANGAN

  • WpView
    Membaca 1,253
  • WpVote
    Vote 368
  • WpPart
    Bab 43
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Sep 4, 2023
Saat sebagian orang memilih untuk melupakan. Aku berbeda, aku memilih kembali berjalan di antara luka. Menyusuri kisah demi kisah yang pernah dialami. Segala rasa pun meluap lagi, suka, duka, tangis, bahagia, bersatu padu pada muara bernama sendu. Maksudku hanya satu, untuk merajut kenangan.Bukan untuk ditangisi, melainkan mengikatnya jadi satu dan membiarkannya hilang termakan waktu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#912
literasi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Ungkapan Rasa
  • harapan yang pupus
  • Kepada sang pencipta rindu
  • Rangkaian Aksara
  • Hello You (TAMAT)
  • MY MJ (End)
  • - Tahun Ke 18 - [Tamat]
  • Nostalgia Cinta Dalam Rindu

Highest rank #1 poetry (21/03/2025) #1 poem (12/04/2025) #1 nonfiction (23/05/2025) #1 quote (15/02/2025) #1 syair (15/02/2025) #1 words (08/02/2025) #1 puisiindonesia (02/02/2025) #1 sastraindonesia (21/02/2025) #1 berpuisi (05/05/2025) #1 perih (15/03/2025) #1 antologi (15/02/2025) #1 wattpadpoetry (02/02/2025) #1 pencintasastra (02/02/2025) #2 diksi (15/05/2025) #6 favorit (23/05/2025) #9 aksara (08/02/2025) #12 nonfiksi (19/06/2025) #13 puisi (18/08/2025) #22 rasa (12/04/2025) #60 indonesiamembaca (10/03/2025) Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** Seri Satu dari antologi puisi FOUR ©2025

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan